Perundingan Baru AS-Iran: Washington Pilih Bahas Nuklir, Bukan Hormuz
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut telah memberi tahu sejumlah negara di kawasan Teluk Persia mengenai fokus pembicaraan Washington dengan Teheran.
Dalam dialog mendatang, AS disebut lebih memprioritaskan pembahasan program nuklir Iran dibandingkan upaya membuka kembali pelayaran melalui Selat Hormuz.
Informasi tersebut dilaporkan CNN dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui perkembangan pembicaraan tersebut.
Menurut tiga narasumber, pejabat pemerintahan Trump secara tertutup memberi tahu negara-negara Teluk bahwa Washington ingin pembicaraan AS-Iran selanjutnya berfokus pada program nuklir Teheran, alih-alih membahas pembukaan kembali Selat Hormuz, demikian laporan stasiun televisi tersebut.
Sikap tersebut muncul di tengah konflik yang belum menemukan penyelesaian. Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran dengan serangkaian serangan terhadap pihak lawan.
Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, kesepakatan tersebut belum mampu mengakhiri ketegangan sepenuhnya karena kedua pihak kemudian kembali saling melancarkan serangan.
Hingga kini, konflik tersebut masih belum terselesaikan. Situasi ini turut berdampak pada aktivitas pelayaran di kawasan Teluk. Eskalasi konflik membuat pelayaran melalui Selat Hormuz hampir terhenti.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur strategis bagi pasokan energi dunia. Jalur perairan tersebut menjadi rute penting bagi distribusi minyak, produk minyak bumi, serta gas alam cair menuju pasar global.
Gangguan terhadap lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz pun menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia. Dampaknya mulai terasa melalui kenaikan harga bahan bakar di sebagian besar negara
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA/Antara
