Iran Tutup Selat Hormuz, Distribusi Minyak Dunia Terganggu
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan penutupan Selat Hormuz menyusul rangkaian serangan terhadap Iran.
Langkah tersebut dinilai sebagai respons langsung atas agresi militer yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Brigadir Jenderal IRGC Ibrahim Jabari pada Sabtu (28/2) menyampaikan bahwa pasukan telah dikerahkan untuk menutup jalur laut strategis tersebut.
"Saat ini dilakukan penutupan Selat Hormuz oleh pasukan IRGC menyusul agresi terhadap Iran," kata Jabari kepada penyiar Al-Mayadeen, dikutip dari Antara, Minggu (1/3).
Sebelumnya pada hari yang sama, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban sipil.
Situasi ini memperparah ketegangan yang sebelumnya sudah tinggi di kawasan. Penutupan Selat Hormuz pun dipandang sebagai langkah strategis yang berpotensi berdampak besar pada perdagangan energi global, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Sebagai balasan atas serangan tersebut, Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke wilayah Israel serta menargetkan infrastruktur militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Serangan timbal balik ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional.
Perwakilan IRGC menilai bahwa Israel telah melakukan “salah perhitungan” dengan menyerang Iran, dan memperingatkan bahwa respons lanjutan bisa saja terjadi apabila situasi terus memburuk.
Di tengah eskalasi yang berlangsung, kantor berita Islamic Republic News Agency (ISNA) mengutip pernyataan Kementerian Pendidikan Iran yang menyebutkan bahwa sejumlah sekolah ditutup atau sementara beralih ke pembelajaran daring.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik di tengah kondisi keamanan yang belum stabil.
Penutupan Selat Hormuz oleh IRGC berpotensi menimbulkan dampak signifikan terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Jalur ini selama ini menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
