Pentagon Tertekan, Biaya Operasi Iran Bebani Anggaran AS
Reruntuhan Konsulat Iran di Damaskus, Suriah, pada Senin (01/04), pasca serangan udara - (foto by Reuters)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) menghadapi tekanan finansial yang semakin besar akibat sejumlah operasi militer dan penugasan yang tidak masuk dalam perencanaan anggaran tahun fiskal 2026.
Kondisi tersebut memaksa pimpinan militer AS untuk melakukan penyesuaian pengeluaran di tengah meningkatnya kebutuhan operasional.
Laporan Fox News yang mengutip pejabat militer Amerika Serikat menyebutkan bahwa beberapa operasi yang saat ini berlangsung telah menambah beban anggaran Pentagon secara signifikan. Selain membutuhkan sumber daya besar, berbagai misi tersebut juga muncul di luar proyeksi anggaran yang telah disusun sebelumnya.
Salah satu operasi yang menjadi sorotan adalah Operation Epic Fury di Iran. Selain itu, Pentagon juga harus membiayai misi pengamanan perbatasan selatan Amerika Serikat serta berbagai penugasan Garda Nasional yang terus berlangsung.
Tekanan terhadap anggaran pertahanan semakin meningkat seiring kenaikan harga bahan bakar yang berdampak langsung pada biaya operasional militer. Mengutip Reuters, perang dan operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran telah menghabiskan sekitar US$29 miliar (Rp522 triliun) hingga Mei 2026. Angka tersebut mencakup biaya operasi lapangan, perbaikan peralatan, serta penggantian aset militer yang digunakan selama konflik.
Kepala Operasi Angkatan Laut Amerika Serikat, Laksamana Daryl Caudle, sebelumnya telah memperingatkan mengenai kondisi tersebut.
Dalam keterangannya kepada Komite Angkatan Bersenjata Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Mei lalu, ia menegaskan bahwa Angkatan Laut kemungkinan harus memangkas biaya operasi rutin jika tidak memperoleh tambahan anggaran.
“Angkatan Laut perlu mengurangi biaya operasi rutin apabila tidak memperoleh pendanaan tambahan,” kata Caudle.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran. Serangan tersebut dilaporkan mengakibatkan lebih dari 3.000 korban.
Situasi kemudian mereda setelah Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April. Meski tidak ada laporan mengenai dimulainya kembali konflik berskala besar setelah masa gencatan senjata berakhir, Amerika Serikat diketahui mulai menerapkan blokade laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, Iran dan Amerika Serikat kini tengah melakukan perundingan guna menyepakati kerangka nota kesepahaman.
Namun kedua negara masih dilaporkan terlibat dalam serangan sporadis di beberapa wilayah.
Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa penggunaan kekuatan militer tetap diperlukan untuk mempertahankan blokade laut yang diberlakukan serta menjalankan hak atas “pembelaan diri”.
Sumber: Sputnik-Reuters-Antara
