As-Iran Dekati Kesepakatan, Finalisasi 14 Poin Penghentian Perang

Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran - (foto by Reuters)

CELEBESMEDIA.ID, MakassarAmerika Serikat dan Iran dilaporkan kian dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik di kawasan Teluk. Sumber dari Pakistan yang berperan sebagai mediator menyebut kedua negara tengah merampungkan memorandum satu halaman berisi 14 poin utama penghentian perang.

Informasi tersebut menguatkan laporan media AS, Axios, yang sebelumnya mengungkap rencana kesepakatan dengan mengutip dua pejabat AS dan dua sumber lain yang mengetahui jalannya negosiasi.

"Kita akan segera menyelesaikan ini. Kita sudah hampir mencapai kesepakatan," kata sumber Pakistan tersebut, dikutip dari Tribunnews, Rabu (6/5/2026).

Menurut Axios, Gedung Putih meyakini kesepakatan sudah di tahap akhir, menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump menghentikan misi angkatan laut selama tiga hari untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Pakistan sebelumnya menjadi tuan rumah satu-satunya pembicaraan damai pada April dan terus memediasi komunikasi kedua pihak dengan menyampaikan proposal masing-masing.

Prospek kesepakatan ini langsung memengaruhi pasar global. Harga minyak mentah Brent tercatat turun lebih dari 8 persen hingga mendekati US$100 per barel. Optimisme meredanya konflik yang mengganggu pasokan energi turut mendorong penguatan pasar saham global dan penurunan imbal hasil obligasi.

Sejak konflik pecah pada 28 Februari, Iran menutup Selat Hormuz bagi hampir seluruh kapal asing. Sebagai respons, AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran pada April.

Selama konflik, serangan drone dan rudal Iran dilaporkan menargetkan sejumlah kapal, termasuk kapal kargo Korea Selatan. Iran juga menyerang target di Uni Emirat Arab, termasuk pelabuhan minyak utama di luar Selat Hormuz yang sebelumnya menjadi jalur alternatif ekspor energi.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan Teheran tetap menginginkan “kesepakatan yang adil dan komprehensif”, meski belum merespons langsung pernyataan terbaru Trump.

Berdasarkan laporan media Iran seperti Tasnim dan Al Jazeera, Teheran telah mengajukan proposal balasan berisi 14 poin melalui mediasi Pakistan untuk mendorong perdamaian permanen. Isi memorandum tersebut mencakup:

  1. Jaminan tidak ada agresi militer AS terhadap Iran di masa depan.
  2. Penarikan seluruh pasukan militer AS dari kawasan sekitar Iran.
  3. Penghentian total blokade laut terhadap Iran.
  4. Pencabutan seluruh sanksi ekonomi AS.
  5. Pembebasan aset Iran yang dibekukan.
  6. Pembayaran kompensasi atau ganti rugi perang.
  7. Pengakhiran konflik di semua front, termasuk Lebanon dan Irak.
  8. Pembentukan mekanisme baru pengelolaan Selat Hormuz yang menegaskan kedaulatan Iran.
  9. Penyelesaian seluruh isu konflik dalam tenggat waktu 30 hari.
  10. Komitmen Iran untuk tetap mengontrol Selat Hormuz.
  11. Pengakuan internasional atas hak Iran dalam pengayaan uranium untuk tujuan damai.
  12. Pembukaan dialog strategis dengan negara-negara Arab dan mitra regional.
  13. Penghentian serangan proksi terhadap kelompok yang didukung Iran.
  14. Penetapan gencatan senjata permanen, bukan sekadar sementara.

Memorandum tersebut menegaskan target utama berupa penghentian perang secara menyeluruh dan berkelanjutan di kawasan.