27 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara Saudi di Yaman
Anak-anak luka akibat serangan udara Arab Saudi di Yaman - (foto by Reuters via BBC)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Sebanyak 27 warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan udara yang dilancarkan koalisi pimpinan Arab Saudi di Distrik Bani Hushaysh, Provinsi Sanaa, Yaman, pada Sabtu (7/11) waktu setempat.
Sebagian besar korban merupakan perempuan dan anak-anak. Kementerian Kesehatan yang berada di bawah kelompok Houthi menyebut serangan tersebut menghantam sejumlah bangunan permukiman di kawasan sebelah timur ibu kota Sanaa. Selain korban meninggal, puluhan warga lainnya dilaporkan luka-luka.
"Sebanyak 27 warga sipil, sebagian besar perempuan dan anak-anak, tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam pembantaian yang dilakukan pesawat koalisi pimpinan Arab Saudi dengan menyerang sejumlah bangunan permukiman di Distrik Bani Hushaysh, Provinsi Sanaa," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Houthi yang disiarkan stasiun televisi Al Masirah.
Pihak Houthi turut menyebarkan rekaman video dari sejumlah rumah sakit yang memperlihatkan kondisi korban meninggal maupun warga yang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Serangan itu terjadi di tengah kembali meningkatnya konflik antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan Arab Saudi. Ketegangan kedua pihak dilaporkan kembali memuncak sejak Juli setelah situasi relatif mereda selama empat tahun.
Dalam beberapa waktu terakhir, pesawat tempur Arab Saudi dilaporkan terus melancarkan serangan udara ke sejumlah provinsi di Yaman yang berada di bawah kendali Houthi. Sebagai respons, kelompok tersebut melakukan serangan artileri ke sejumlah wilayah Arab Saudi.
Di tengah meningkatnya serangan udara di Yaman, kelompok Houthi pada Sabtu juga mengumumkan telah melaksanakan enam operasi militer yang menyasar sejumlah target militer Arab Saudi di wilayah Saudi maupun Yaman.
Salah satu target yang disebut menjadi sasaran serangan adalah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Houthi mengklaim operasi tersebut melibatkan penggunaan rudal balistik, rudal jelajah, serta pesawat nirawak atau drone.
"Angkatan bersenjata Yaman melaksanakan enam operasi militer khusus dengan menggunakan sejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak (drone)," kata juru bicara angkatan bersenjata Houthi, Yahya Saree, melalui Telegram.
"Operasi pertama menargetkan Bandara Internasional King Khalid, tangki penyimpanan minyak, serta menara distilasi milik Aramco di Riyadh, ibu kota musuh Saudi," imbuhnya.
Menurut Saree, operasi kedua diarahkan ke fasilitas Saudi Aramco di Khurais, wilayah timur Arab Saudi. Sementara itu, operasi ketiga menyasar sebuah stasiun pompa di kawasan Dawadmi.
Dua operasi lainnya dilaporkan berlangsung di wilayah utara Yaman dengan sasaran pasukan yang berpihak kepada Arab Saudi dan dipimpin sejumlah perwira militer Saudi.
Selain itu, kelompok Houthi mengklaim telah menyerang pasukan Arab Saudi yang berada di sebuah kamp milik Garda Nasional di Najran.
Hingga berita ini disusun, pemerintah Arab Saudi belum memberikan konfirmasi terkait klaim serangan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid maupun sejumlah fasilitas strategis lainnya di Riyadh.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti/Antara
