Yaman Lancarkan 9 Serangan Udara ke Houthi di Taiz

Ilustrasi - (foto by Reuters)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Angkatan bersenjata Pemerintah Yaman melancarkan sembilan serangan udara terhadap kelompok Houthi di Provinsi Taiz pada Selasa (13/10).

Operasi militer tersebut menyasar personel dan peralatan militer di tengah meningkatnya intensitas pertempuran di negara itu.

Pusat Media Poros Militer Taiz melaporkan, lima serangan udara menghantam wilayah Al-Dhabab, sedangkan empat serangan lainnya menyasar Distrik Al-Misrakh. Namun, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban maupun besarnya kerusakan akibat operasi tersebut.

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok Houthi juga masih berlangsung di garis depan Al-Shaqab, wilayah selatan Taiz.

Di tengah operasi militer tersebut, warga sipil turut terdampak bentrokan. Kantor Kementerian Hak Asasi Manusia Yaman di Taiz pada Senin malam (12/10) melaporkan enam warga sipil, termasuk seorang anak perempuan, tewas akibat serangan artileri Houthi yang menghantam permukiman pada Minggu (11/10).

Laporan yang sama menyebutkan, dalam periode 24 jam, sedikitnya 17 warga sipil lainnya, termasuk lima perempuan dan enam anak-anak, mengalami luka-luka. Selain itu, tujuh rumah dilaporkan rusak akibat penembakan artileri di wilayah tersebut.

Sementara itu, Taiz Human Rights Center menuduh kelompok Houthi menembaki kawasan di sekitar Rumah Sakit Al-Safwa, sebuah fasilitas kesehatan swasta di pusat Kota Taiz, pada Selasa dini hari.

Salah satu peluru artileri dilaporkan jatuh di dekat rumah sakit dan merusak sejumlah kamar pasien. Insiden tersebut juga memicu kepanikan di kalangan pasien dan tenaga medis.

Eskalasi pertempuran memperburuk situasi kemanusiaan di Yaman. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan pada Senin malam (12/10), sebanyak 216.000 orang telah mengungsi sejak Agustus. Lebih dari 172.000 di antaranya berasal dari Provinsi Taiz.

OCHA menyebutkan, PBB bersama mitra kemanusiaan telah menyalurkan bantuan darurat kepada sekitar 143.000 orang. Bantuan tersebut mencakup bahan pangan, perlengkapan kebersihan, dan bantuan tunai.

Sebelumnya, otoritas Taiz pada Sabtu (10/10) memperingatkan bahwa pengepungan oleh kelompok Houthi semakin ketat. Kondisi tersebut dinilai mengancam keselamatan, keamanan, dan mata pencaharian lebih dari enam juta penduduk di provinsi itu.

Pekan lalu, pasukan pemerintah meluncurkan operasi militer bertajuk Dawn of Yemen. Operasi tersebut bertujuan memulihkan lembaga-lembaga negara dan mengakhiri kendali Houthi atas Sanaa, ibu kota Yaman.

Peningkatan aktivitas militer sejak Juli menjadi eskalasi terbesar sejak periode relatif tenang setelah gencatan senjata yang dimediasi PBB pada April 2022.

Perang di Yaman bermula pada September 2014, ketika kelompok Houthi merebut Sanaa dan sejumlah wilayah lainnya. Pada Maret 2015, koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Hingga kini, Houthi masih menguasai Sanaa serta sebagian besar wilayah di utara dan barat Yaman. Kelompok tersebut juga mempertahankan kendali atas sebagian wilayah di sejumlah provinsi lain, termasuk Taiz dan Marib.

Sementara itu, pasukan pemerintah dan sekutunya menguasai Aden, yang berfungsi sebagai ibu kota sementara, serta sejumlah wilayah di bagian timur dan selatan negara tersebut.

Konflik berkepanjangan telah memicu krisis kemanusiaan, perpindahan penduduk, dan kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah Yaman.

Sumber: Anadolu/ Antara