Ali Larijani Wafat, Iran Serang Balik Israel

Kepala Dewan Keamanan Iran, Ali Larijani - (foto by DW News)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Kepala Dewan Keamanan Iran, Ali Larijani, dilaporkan tewas dalam serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Iran menyatakan bahwa Larijani meninggal dunia saat berada di kawasan pinggiran Teheran pada Selasa (17/3). Ia disebut tengah melakukan kunjungan pribadi ke rumah putrinya ketika serangan terjadi.

Melansir Reuters, Rabu (18/3), serangan tersebut menghantam wilayah timur ibu kota Iran. Sementara laporan dari CNN menyebutkan bahwa Larijani (67) tidak berada di fasilitas militer maupun pemerintahan saat kejadian.

Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Iran dan aliansi Amerika Serikat-Israel yang telah memanas sejak akhir Februari lalu.

Pemerintah Iran pun langsung bereaksi keras. Kantor Berita Nasional, Antara melaporkan, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan  negaranya akan memberikan balasan tegas atas kematian Larijani.

"Tentu saja, pembalasan keras menanti para teroris kriminal yang, selama agresi mereka, menumpahkan darah para martir dari tanah suci Iran," kata Pezeshkian dalam sebuah pernyataan.

Ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya tokoh penting tersebut. Iran juga dilaporkan mulai membalas kematian pejabat tinggi keamanannya, Ali Larijani, dengan meluncurkan serangan rudal ke Tel Aviv, Israel. 

Media pemerintah Iran, IRIB, pada Rabu (18/3/2026), menyebut serangan tersebut menggunakan rudal yang membawa hulu ledak kluster sebagai bentuk balasan atas pembunuhan Larijani oleh Israel.

Serangan tersebut menghantam wilayah padat penduduk di Tel Aviv dan menewaskan dua orang.

Ali Larijani dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sistem politik Iran. Ia merupakan salah satu dari dua perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei di dewan tersebut, yang lainnya adalah Hassan Rouhani . Dalam jabatannya sebagai sekretaris, ia secara efektif berfungsi sebagai negosiator utama dalam isu-isu keamanan nasional, termasuk program nuklir Iran .

Sepanjang kariernya, Larijani pernah menjabat sebagai ketua parlemen selama 12 tahun serta memimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi. Ia juga terlibat dalam berbagai negosiasi nuklir Iran dengan negara-negara Barat.

Selain itu, ia memiliki latar belakang militer sebagai komandan Korps Garda Revolusi Iran pada era perang Iran-Irak tahun 1980-an.

Larijani juga termasuk pejabat pertama yang angkat bicara saat serangan AS-Israel mulai terjadi pada 28 Februari lalu.

Kematian Larijani diperkirakan akan semakin memperkeruh situasi geopolitik di kawasan. Ancaman balasan dari Iran berpotensi memicu konflik yang lebih luas antara Iran dan Israel, serta melibatkan kekuatan global lainnya.