Serangan Drone Besar-besaran Hantam Moskow, Tiga Orang Tewas
Tanda "Zona Larangan Terbang" terlihat di dekat Kremlin di Moskow, Rusia, Rabu (3/5/2023) - (foto by ANTARA/Xinhua)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Serangan drone besar-besaran yang menurut otoritas Rusia dilancarkan Ukraina menghantam Moskow dan wilayah sekitarnya pada Minggu (20/9).
Serangan tersebut menewaskan sedikitnya tiga orang dan merusak sejumlah fasilitas, termasuk bagian dari kilang minyak Moskow.
Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin menyebut serangan itu sebagai salah satu serangan drone terbesar yang pernah terjadi di ibu kota Rusia.
Ia mengatakan sistem pertahanan udara Rusia mencegat lebih dari 1.600 drone sejak Sabtu (19/9), dengan sekitar 450 drone di antaranya disebut bergerak menuju Moskow.
Menurut Sobyanin, beberapa drone berhasil mencapai area Kilang Minyak Moskow dan menyebabkan kerusakan pada fasilitas tersebut.
Satu drone juga menghantam sebuah gedung apartemen di ibu kota, meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan di wilayah Moskow.
Gubernur Wilayah Moskow Andrey Vorobyov mengatakan serangan tersebut berdampak pada sejumlah kawasan sipil.
Di Distrik Ramensky, sebuah drone yang jatuh memicu kebakaran di atap gedung apartemen 21 lantai. Sekitar 400 orang, termasuk 70 anak-anak, dievakuasi dari bangunan tersebut.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah rumah dan kendaraan. Di wilayah Sofyino, sebuah gedung apartemen mengalami kerusakan akibat serangan drone.
Vorobyov sebelumnya melaporkan dua orang tewas dalam serangkaian serangan, sementara satu korban lainnya kemudian meninggal akibat luka-luka.
Sobyanin menuding serangan tersebut berkaitan dengan pemilihan parlemen Rusia yang berlangsung selama tiga hari dan memasuki hari terakhir pada Minggu.
Ia menyatakan serangan itu bertujuan mengganggu proses pemilu, tetapi klaim mengenai tujuan tersebut merupakan penilaian dari otoritas Rusia.
Serangan berlangsung ketika warga Rusia memberikan suara untuk memilih 450 anggota Duma Negara. Pemilu tersebut juga mencakup pemungutan suara regional dan lokal.
Di sisi lain, Ukraina tidak langsung memberikan komentar mengenai klaim Rusia tersebut. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kemudian mengatakan serangan jarak jauh Ukraina berdampak pada wilayah Moskow dan menyebut fasilitas penting industri minyak serta logistik Rusia menjadi sasaran.
Reuters melaporkan saksi di Moskow mendengar ledakan dan melihat kepulan asap dari sekitar kilang minyak. Kerusakan terhadap fasilitas tersebut masih belum sepenuhnya diketahui.
Serangan ini menjadi bagian dari meningkatnya aksi saling serang jarak jauh antara Rusia dan Ukraina, termasuk terhadap infrastruktur energi.
Verifikasi independen terhadap jumlah drone yang diluncurkan, dicegat, maupun kerusakan keseluruhan masih terbatas di tengah berlangsungnya perang.
Sumber: ANTARA/Anadolu/Reuters
