Iran Ajukan 5 Syarat untuk Negosiasi Ulang dengan AS
Ilustrasi bendera Iran dan Amerika - (foto by Reuters)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Pemerintah Iran menegaskan tidak akan terlibat dalam negosiasi putaran kedua dengan Amerika Serikat (AS) sebelum lima tuntutan utamanya dipenuhi.
Langkah ini diambil sebagai upaya memulihkan kepercayaan terhadap Washington yang dinilai tengah merosot.
Kantor Berita Fars melaporkan kelima poin tersebut merupakan jaminan minimum yang wajib dipenuhi AS agar dialog baru dapat terlaksana. Iran menekankan bahwa tanpa perwujudan konkret dari syarat-syarat ini, meja perundingan tidak akan pernah dibuka, demikian dikutip dari Antara, Rabu (13/5).
Adapun 5 syarat yang diajukan Iran ke AS:
- Penghentian Perang: Mengakhiri konflik di seluruh garda, terutama di Lebanon.
- Pencabutan Sanksi: Penghapusan seluruh sanksi ekonomi yang menjerat Iran.
- Pencairan Aset: Pengembalian aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.
- Kompensasi Perang: Ganti rugi atas kerusakan yang terjadi selama masa konflik.
- Kedaulatan Selat Hormuz: Pengakuan penuh atas hak kedaulatan Iran di wilayah strategis tersebut.
Selain lima poin di atas, Iran menyatakan keberatan atas sikap AS di lapangan. Melalui Pakistan sebagai mediator, Teheran mengeluhkan berlanjutnya blokade laut oleh AS di Laut Arab dan Teluk Oman meski gencatan senjata telah dilakukan.
Hal ini disebut semakin memperlebar jurang ketidakpercayaan di antara kedua negara.
Laporan Fars menyebutkan bahwa tuntutan ini merupakan respons langsung terhadap 14 poin usulan yang diajukan Amerika sebelumnya. Pihak Iran menilai usulan Washington terlalu berat sebelah.
"Usulan Amerika dinilai hanya sebagai upaya mengamankan tujuan yang gagal dicapai dalam perang," tulis laporan tersebut.
Teheran meyakini bahwa negosiasi tidak dapat dimulai jika AS tetap memaksakan kehendak tanpa memberikan jaminan nyata atas kedaulatan dan keamanan ekonomi Iran.
Sumber: ANTARA
