Van Gastel: Kekalahan dari PSM Sebuah Ketidakadilan

Winger PSM Dzaky Asraf berebut bola dengan bek PSIM Yusaku Yamadera dalam laga pekan ke-27 Super League 2025/26 - (foto by I.League)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - PSIM Yogyakarta gagal menemui hasratnya untuk dapat mencatat kemenangan di laga pekan ke-27 Super League 2025/26.

Menjamu PSM Makassar di laga home di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (10/4), PSIM justru kembali menuai hasil menyakitkan dengan kalah 1-2.

Anak asuhan pelatih Jean Paul Van Gastel sebenarnya unggul lebih dulu di menit ke-56 lewat aksi Deri Corfe.

Namun kemudian PSM mampu berbalik unggul lewat gol Luka Cumic menit ke-79 memaksimalkan bola rebound dan sundulan Dusan Lagator menit ke 90+7 hasil dari set piece.

Hasil ini membuat PSIM belum mampu bangkit dari raihan hasil tak maksimal di 10 laga beruntun.

Dari 10 laga terakhir, PSIM hanya meraih satu kemenangan yakni atas PSBS Biak dengan skor 4-2 serta mencatatkan lima hasil imbang dan empat kekalahan.

"Saya pikir ini adalah sebuah keajaiban bahwa kita kalah dalam pertandingan ini. Saya rasa secara keseluruhan kita adalah tim yang bermain lebih baik. Sepak bola terkadang tidak adil, tetapi di sisi lain, kita terus melakukan kesalahan sama," ujar Jean Paul Van Gastel.

"Dua gol bersarang di gawang kita kembali merupakan pengulangan dari musim ini, dan sepertinya tidak ada perkembangan dalam masalah tersebut. Kita harus terus maju, tetapi sesuatu harus berubah," tambahnya.

Pelatih asal Belanda itu kembali memberikan evaluasi terkait skema antisipasi set piece yang dieksekusi oleh lawan.

"Kita kalah dua kali berturut-turut melalui bola mati. Saya pikir lebih dari 50 persen kebobolan kita berasal dari bola mati," ungkapnya.

Menurut Van Gastel, hal tersebut perlu segera diperbaiki demi memperbaiki performa tim di sisa musim ini.

"Saya pikir hal itu akan berlanjut di sisa musim ini apabila kita tidak segera memperbaiki untuk bertahan menghadapi bola mati," imbuh dia.

Selain antisipasi set piece, dia juga memberi evaluasi terkait pengambilan keputusan para pemain di sepertiga akhir lapangan.

"Keputusan di sepertiga akhir lapangan masih perlu perbaikan. Ya, saya setuju tentang itu," tutupnya dengan nada tegas.

Sumber: I.League