Granit Xhaka Didenda Rp3,2 Miliar karena Sertifikat Vaksin Palsu

Granit Xhaka - (foto by @granitxhaka/instagram)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kapten Sunderland dan timnas Swiss, Granit Xhaka, dijatuhi denda sekitar 136 ribu pound sterling atau setara Rp3,2 miliar setelah dinyatakan bersalah menggunakan sertifikat vaksin COVID-19 palsu.

Gelandang berusia 34 tahun itu menerima putusan pengadilan dan menyatakan bertanggung jawab atas tindakannya. Pernyataan tersebut disampaikan Xhaka melalui akun Instagram pada Jumat (9/10).

“Saya menerima keputusan tersebut dan bertanggung jawab atas tindakan saya,” tulis Xhaka.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang memberikan dukungan selama beberapa pekan terakhir.

Xhaka menegaskan tetap berpegang pada komitmennya untuk bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil.

Denda yang dijatuhkan kepadanya ditangguhkan selama dua tahun dengan syarat tidak melakukan pelanggaran hukum lainnya. Xhaka juga mengonfirmasi telah membayar biaya perkara.

Kasus tersebut berkaitan dengan kepemilikan sertifikat COVID-19 yang diduga diperoleh pada 2022.

Saat itu, dokumen tersebut digunakan sebagai persyaratan untuk mengakses sejumlah kegiatan dan tempat di Swiss, serta melakukan perjalanan ke luar negeri.

Xhaka, yang ketika itu masih memperkuat Arsenal, sebelumnya mengungkapkan bahwa dirinya percaya terhadap vaksin. Namun, ia mengaku mengambil keputusan tersebut di tengah kekhawatiran dan ketidakpastian.

Kantor Kesehatan Masyarakat Swiss menjelaskan bahwa tidak pernah ada kewajiban hukum secara umum bagi masyarakat untuk memiliki sertifikat vaksin COVID-19.

Meski demikian, dokumen tersebut diperlukan untuk mengakses sejumlah aktivitas dan memenuhi persyaratan perjalanan tertentu.

Kebijakan penggunaan sertifikat COVID-19 di Swiss berlaku hingga musim semi 2022. Setelah pembatasan domestik berakhir, sertifikat masih diterbitkan, terutama untuk memenuhi ketentuan perjalanan internasional.

Kasus ini mencuat ketika Xhaka masih menjadi salah satu pemain penting timnas Swiss. Ia tercatat sebagai pemegang rekor penampilan terbanyak dengan 152 caps.

Xhaka juga menjadi kapten Swiss pada Piala Dunia 2026. Langkah mereka terhenti di perempat final setelah kalah dari Argentina, yang kemudian finis sebagai runner-up turnamen.

Setelah pernyataan awal terkait kasus tersebut, Xhaka mundur dari pemusatan latihan timnas Swiss untuk menghadapi Skotlandia, Makedonia Utara, dan Slovenia pada jeda internasional terbaru.

Di level klub, Xhaka diperkirakan kembali memperkuat Sunderland saat menjamu Brighton pada Sabtu (10/10).