Piala Presiden 2026: Format Baru dan Libatkan Klub Daerah
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir,
mengisyaratkan adanya perubahan signifikan pada format penyelenggaraan Piala
Presiden 2026.
Turnamen pramusim edisi kedelapan tersebut saat ini tengah
dimatangkan dengan peluang mengusung konsep yang berbeda dibandingkan
tahun-tahun sebelumnya.
Erick menjelaskan bahwa pihaknya, bersama Ketua Steering
Committee Maruarar Sirait, sedang menggodok formula baru yang diharapkan mampu
melibatkan lebih banyak peran dari pemerintah daerah.
Sebagai catatan, sejarah Piala Presiden telah melibatkan
antara enam hingga 20 klub dari Liga 1 dan Liga 2.
Pada edisi 2025 lalu, turnamen ini mencatatkan sejarah
dengan kehadiran klub luar negeri, meski jumlah peserta menjadi yang tersedikit
yakni hanya enam tim.
Klub Thailand, Port FC, keluar sebagai juara setelah
menumbangkan Oxford United di partai final.
Mengenai waktu pelaksanaan, Erick mengakui adanya tantangan
kompleksitas jadwal pada tahun 2026.
Mengingat adanya agenda Piala Dunia 2026, penyelenggaraan
Piala Presiden kemungkinan besar tidak akan digelar pada bulan Juli seperti
tahun sebelumnya.
Selain masalah jadwal, PSSI juga tengah mempertimbangkan
keterlibatan klub-klub dari level kabupaten, kota, hingga provinsi.
Erick menyebut kehadiran klub luar negeri seperti Port FC
dan Oxford United pada edisi sebelumnya memberikan dampak positif dan mereka
memiliki minat untuk kembali berpartisipasi.
"Pembangunan tim nasional serta Liga 1 dan Liga 2 sudah
berjalan baik. Sekarang ada pemikiran untuk melibatkan klub di tingkat daerah
agar kontribusinya lebih merata. Namun, formula ini belum tuntas, detailnya
akan kami sampaikan Kamis mendatang," kata Erick.
Di sisi lain, Maruarar Sirait memberikan apresiasi atas
konsistensi PSSI dalam menjaga kesinambungan turnamen ini.
Maruarar menegaskan bahwa keberhasilan Piala Presiden tidak
lepas dari kerja sama kolektif seluruh elemen sepak bola.
"Dalam sepak bola tidak ada superman, yang ada adalah
super team. Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi antara klub, pemain,
sponsor, media, pemerintah daerah, hingga unsur TNI dan Polri dalam aspek
keamanan. Semuanya adalah satu kesatuan ekosistem yang terkontrol," tegas
pria yang akrab disapa Ara tersebut.
