Aljazair Tersingkir, Riyad Mahrez Pensiun dari Tim Nasional

Riyad Mahrez - (foto by @lesverts.faf/instagram)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kapten Timnas Aljazair, Riyad Mahrez, resmi mengumumkan gantung sepatu dari kancah internasional.

Keputusan ini disampaikan menyusul kekalahan Aljazair 0-2 dari Swiss pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion BC Place, Vancouver, Jumat (3/7) WIB.

Kekalahan tersebut tidak hanya menghentikan langkah The Desert Foxes, tetapi juga menjadi akhir dari pengabdian panjang Mahrez selama lebih dari satu dekade bersama tim nasional.

"Target kami adalah lolos dan saya pikir ini pertandingan yang bisa kami menangkan. Namun, kami kebobolan dua kali karena kesalahan sendiri. Di level kompetisi seperti ini, Anda tidak bisa lolos jika melakukan hal itu," ujar Mahrez dikutip dari laman resmi FIFA.

Pemain berusia 35 tahun itu mengakui bahwa rapuhnya barisan pertahanan menjadi faktor utama kegagalan Aljazair untuk melangkah lebih jauh, meski mereka sempat mencatatkan tren positif dengan lolos dari fase grup sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

"Selalu ada hal positif yang bisa diambil. Kami berhasil keluar dari fase grup, tetapi kami kebobolan terlalu banyak gol untuk bisa bercita-cita lebih tinggi. Ini adalah pertandingan terakhir saya bersama Aljazair," tegas mantan bintang Manchester City tersebut.

Dalam laga penentu itu, Aljazair bentukan Vladimir Petkovic sebenarnya mencoba memberikan perlawanan sengit. Motor serangan yang digalang Mahrez bersama Ibrahim Maza dan Fares Chaibi berulang kali menekan, namun kokohnya pertahanan Swiss gagal ditembus.

Sebaliknya, Swiss tampil jauh lebih klinis. Skuad asuhan Murat Yakin menghukum kelengahan Aljazair lewat gol cepat Breel Embolo di menit ke-10 yang memanfaatkan umpan Johan Manzambi, serta gol kilat Dan Ndoye saat babak kedua baru berjalan satu menit.

Mundurnya Mahrez menandai berakhirnya era salah satu pilar generasi emas Aljazair. Selama karier internasionalnya, ia menjadi figur sentral sekaligus kapten yang sukses mempersembahkan trofi Piala Afrika 2019 untuk negaranya.

Sementara Aljazair harus angkat koper lebih awal, Swiss berhak melenggang ke babak 16 besar untuk menantang pemenang laga antara Kolombia melawan Ghana.