Lawan Bangladesh, Timnas Usung Misi Penghormatan Korban Kanjuruhan

Kericuhan terjadi pascpertandingan pekan ke-11 Liga 1 2022/23 antara Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10) - (screenshot)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman meminta skuad Garuda memberikan penampilan terbaik saat menghadapi Bangladesh pada FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai bentuk penghormatan kepada korban tragedi Kanjuruhan.

Indonesia akan menjamu Bangladesh pada laga terakhir Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Pertandingan tersebut bertepatan dengan empat tahun tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022.

“Penting bagi para pemain untuk tampil mewakili negara dengan cara yang benar besok, sekaligus memberi penghormatan bagi mereka yang kehilangan nyawanya dalam tragedi Kanjuruhan,” kata Herdman di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (30/9), dikutip dari ANTARA.

Tragedi Kanjuruhan terjadi setelah pertandingan Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022.

Peristiwa tersebut menewaskan 135 orang dan menjadi salah satu tragedi paling mematikan dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Herdman mengaku mengetahui peristiwa tersebut ketika masih menangani Timnas Kanada. Ia bahkan pernah memimpin timnya melakukan seremoni mengheningkan cipta untuk mengenang para korban dalam sebuah pertandingan.

Karena itu, Herdman menilai Timnas Indonesia memiliki tanggung jawab untuk tetap mengenang tragedi tersebut dan menjadikannya bagian dari upaya memperbaiki sepak bola Indonesia.

“Tentu saja harus memberikan penghormatan terbaik. Tim ini adalah representasi dari sepak bola di negara. Jika kita lupa, kita tidak akan belajar,” ujarnya.

Selain menjadi momentum mengenang korban Kanjuruhan, laga melawan Bangladesh juga menentukan langkah Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda saat ini berada di posisi kedua Grup A dengan empat poin dari dua pertandingan.

Indonesia memiliki poin yang sama dengan Malaysia yang berada di puncak klasemen, tetapi tertinggal satu gol dalam selisih gol. Malaysia pada laga terakhir akan menghadapi Singapura.

Situasi tersebut membuat Indonesia membutuhkan kemenangan sekaligus selisih gol yang cukup untuk membuka peluang merebut posisi teratas Grup A dan melaju ke partai final.