Satu Menit Hening untuk 135 Nyawa di Kanjuruhan
Pemain Timnas Indonesia - (foto by @timnasindonesia/instagram)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Di tengah lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10), hening menyelimuti ribuan penonton.
Para pemain Indonesia dan Bangladesh berdiri berangkulan, kepala tertunduk, saat wasit meniup peluit tanda dimulainya mengheningkan cipta selama satu menit atau 'one minute silent'.
Momen itu mengawali laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai penghormatan bagi korban Tragedi Kanjuruhan.
Hari itu bertepatan dengan empat tahun tragedi yang terjadi pada 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Malam itu, Arema FC menjamu Persebaya Surabaya, yang akhirnya menang 3-2. Usai laga, kerusuhan pecah dan merenggut 135 nyawa.
Bagi pelatih timnas Indonesia, John Herdman, laga ini punya makna lebih dari sekadar angka di papan skor.
"Tim ini merupakan representasi sepak bola di negara ini," ujarnya di Stadion STIK, Jakarta, Rabu (30/9).
Ia mengaku, bahkan saat masih berada di Kanada dan Amerika Utara, kabar duka itu sampai kepadanya. Tim yang ia tangani pun pernah mengheningkan cipta dalam sebuah pertandingan.
Pelatih yang pernah membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 itu menilai penghormatan terbaik bagi para korban adalah kemenangan.
Kemenangan atas Bangladesh akan sekaligus memastikan langkah Garuda ke final FIFA ASEAN Cup, yang digelar Senin (5/10) pekan depan.
