Jelang Pemilihan FIFA, Infantino Dituding Tekan FA Yordania

Gianni Infantino - (foto by ANTARA)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Presiden FIFA Gianni Infantino dituding menggunakan persoalan finansial dan administratif untuk menekan Federasi Sepak Bola Yordania (JFA) agar memberikan dukungan terhadap pencalonannya kembali sebagai Presiden FIFA.

Tuduhan tersebut disampaikan Presiden JFA Prince Ali bin Al-Hussein, yang juga merupakan mantan Wakil Presiden FIFA.

Dalam pernyataannya di media sosial, Prince Ali menyebut FIFA selama berbulan-bulan tidak membantu menyelesaikan sejumlah persoalan yang dihadapi federasi Yordania.

Dikutip dari Reuters, Rabu (5/8), persoalan tersebut mencakup kesulitan visa yang dialami suporter Yordania untuk menghadiri Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, beban pajak pemain dan staf selama berada di AS, serta hadiah uang Piala Arab yang menurut Prince Ali belum diterima.

Prince Ali kemudian mengklaim dirinya mendapat pesan secara verbal selama Piala Dunia bahwa dukungan terhadap Infantino akan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi JFA.

“Situasi ini merupakan bentuk pemerasan dan kami menolak untuk menyerah,” kata Prince Ali dalam pernyataannya, sebagaimana diberitakan sejumlah media.

Reuters melaporkan tudingan tersebut muncul ketika posisi Infantino tengah mendapat sorotan menjelang pemilihan Presiden FIFA.

Infantino sebelumnya telah memperoleh dukungan dari lebih dari 200 asosiasi anggota FIFA untuk kembali memimpin organisasi tersebut.

Yordania sendiri mencatat sejarah pada Piala Dunia 2026 dengan tampil untuk pertama kalinya di putaran final. Sebelum tudingan tersebut mencuat, hubungan Prince Ali dan Infantino sempat terlihat harmonis.

Pada Juni 2026, Infantino bahkan mengunjungi pemusatan latihan Yordania di Dallas, Amerika Serikat. Dalam kunjungan tersebut, keduanya bertemu dan bertukar cendera mata.

Kantor berita resmi Yordania, Petra, melaporkan Prince Ali saat itu menyampaikan apresiasi atas dukungan FIFA terhadap perkembangan sepak bola negaranya.

Tudingan Prince Ali kini menambah tekanan terhadap Infantino yang sebelumnya telah menghadapi kritik terkait tata kelola FIFA dan rencana komersial organisasi tersebut.

Pemilihan Presiden FIFA akan berlangsung pada 2027 untuk periode jabatan 2027–2031. FIFA sudah mengonfirmasi bahwa pemilihan tersebut akan digelar dalam Kongres FIFA ke-77 (77th FIFA Congress). Tanggal dan lokasi persisnya belum diumumkan secara resmi.

Presiden FIFA saat ini, Gianni Infantino, telah menyatakan akan mencalonkan diri kembali. Ia pertama kali terpilih pada 2016 dan kembali terpilih pada 2023 untuk periode 2023–2027.