Taktik PSM Redam Bola Mati Persebaya
Pemain PSM - (foto by @psm_makassar/instagram)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Di balik laga besar, sering kali pertandingan ditentukan oleh hal-hal kecil. Itulah yang disadari betul Darije Kalezic jelang duel PSM Makassar kontra Persebaya Surabaya di Stadion BJ Habibie, Parepare, Kamis (22/10) sore.
Bigmatch pekan keenam Super League 2026/27 itu dijadwalkan kick-off pukul 16.30 Wita. Dalam jumpa pers, Rabu (21/10) malam, pelatih kepala PSM itu menyebut satu hal yang jadi perhatian utamanya adalah bola-bola mati Persebaya.
Alasannya jelas. Set piece menjadi salah satu lumbung gol Bajul Ijo di bawah arahan Bernardo Tavares.
Skema itu dikenal jadi andalan sang pelatih, terlebih Persebaya punya Yuran Fernandes, mantan bek produktif PSM yang piawai memanfaatkan peluang dari situasi bola mati.
Karena itu, Kalezic mengaku sudah menyiapkan antisipasi. "Kita memang betul-betul memperhatikan, memberi perhatian terhadap set piece-set piece dari Persebaya," ujarnya.
Pesannya kepada para pemain sederhana, tetapi tegas, jangan memberi lawan kesempatan gratis. Menurut Kalezic, pemain harus menghindari pelanggaran yang tidak perlu, termasuk memberi sepak pojok atau lemparan ke dalam yang sebenarnya bisa dicegah.
"Bagi saya penting untuk pemain besok untuk tidak melakukan pelanggaran yang tidak perlu, memberi corner yang tidak perlu, atau bahkan memberikan throw in yang tidak perlu kepada tim Persebaya," katanya.
Jika terpaksa harus menjauhkan bola dari gawang, para pemain diminta tidak setengah-setengah.
"Kalaupun kita harus menjauhkan bola dari gawang kita, kita harus tendang sejauh mungkin dari kotak 16," tegasnya.
Kalezic menegaskan bahwa materi ini bukan hal baru bagi anak asuhnya. Mereka sudah sering membahasnya dan mengulangnya di sesi latihan.
"Kita sudah membicarakan ini, kita sudah sering membicarakan ini, dan kita sudah latihkan ini dengan pemain. Saya kira pemain-pemain tahu apa yang mereka harus lakukan di tiap-tiap situasi," tuturnya.
Kewaspadaan itu terasa wajar jika melihat peta kekuatan. Nilai pasar skuad Persebaya mencapai Rp107,33 miliar, sedangkan PSM Rp76,04 miliar.
Dalam lima pertemuan terakhir, Persebaya juga mencatat dua kemenangan dan tiga hasil imbang.
Dengan lawan sekuat itu, disiplin di area pertahanan jadi kunci agar PSM tidak kebobolan lewat situasi yang sebenarnya bisa dihindari.
