Luciano Leandro Kenang M Basri yang Mengubah Jalan Hidupnya
Luciano Leandro saat berseragam PSM Makassar - (int)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kepergian legenda sepak bola Indonesia, Muhammad Basri, meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang, termasuk mantan gelandang asing PSM Makassar, Luciano Leandro.
Bagi pria asal Brasil itu, sosok yang akrab disapa Om Basri bukan sekadar pelatih atau pembina, melainkan orang yang mengubah jalan hidupnya hingga menetap di Indonesia.
Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Kamis (24/7/2026), Luciano mengenang momen ketika pertama kali tiba di Makassar untuk memperkuat PSM Ujung Pandang pada era 1990-an.
Saat itu, ia mengalami cedera serius yang nyaris mengakhiri kesempatan berkarier di Indonesia.
"Dengan sedih saya menerima kabar meninggalnya Pak Basri, Om Basri. Beliau adalah sosok yang saya hormati dan orang yang bertanggung jawab atas awal perjalanan saya bersama PSM Ujung Pandang, yang kemudian membawa saya tinggal di Indonesia," ujar Luciano.
Luciano bercerita, saat itu ia datang bersama kompatriotnya asal Brasil, Aristeu. Keduanya sama-sama mengalami cedera. Namun, nasib keduanya berbeda. Aristeu dipulangkan ke Brasil, sedangkan Luciano tetap dipertahankan karena Om Basri meyakini kualitas yang dimilikinya.
"Aristeu dipulangkan ke Brasil, sedangkan saya dipertahankan karena Om Basri melihat kualitas yang saya miliki. Itulah yang beliau sampaikan kepada saya," kenangnya.
Kepercayaan itu menjadi titik balik dalam karier Luciano. Setelah melewati masa pemulihan yang panjang, ia berkembang menjadi salah satu pemain asing terbaik yang pernah dimiliki PSM.
Luciano menjadi bagian penting Pasukan Ramang saat menjadi runner-up Liga Indonesia 1995/1996 hingga musim 1997/1998.
"Saya berusaha pulih dari cedera tersebut. Prosesnya memang cukup lama, tetapi Om Basri tetap percaya kepada saya. Karena itu, saya harus berterima kasih kepada beliau," tuturnya.
Ucapan terima kasih itu, kata Luciano, bahkan sempat ia sampaikan secara langsung kepada Om Basri sebelum sang legenda berpulang.
Kesempatan itu datang ketika mantan rekan setimnya, Jackson F. Tiago, menghubunginya melalui panggilan video saat Om Basri menjalani perawatan di rumah sakit di Surabaya.
"Saya sudah berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Om Basri. Kemarin Jackson menelepon saya melalui video saat beliau bersama Om Basri di rumah sakit di Surabaya. Saat itu saya sangat berterima kasih kepada Jackson karena saya bisa menyampaikan rasa terima kasih secara langsung kepada Om Basri. Saya juga melihat beliau masih bisa tersenyum meski sedang berada dalam kondisi yang sulit," ucapnya.
Di akhir pesannya, Luciano menyampaikan doa bagi sosok yang dianggap berjasa besar dalam hidupnya.
"Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya berdoa semoga Tuhan menerima Om Basri di sisi-Nya dan memberikan kekuatan kepada seluruh keluarganya. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada Om Basri. Tuhan selalu menyertai dan memberkati Anda serta keluarga."
Muhammad Basri meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026) pukul 04.50 WIB dalam usia 83 tahun. Lahir di Makassar pada 5 Oktober 1942, Om Basri dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Selain pernah menjadi pemain, ia juga melahirkan banyak pesepak bola nasional dan menjadi sosok penting di balik perkembangan PSM Makassar, menjadikannya figur yang dikenang lintas generasi.
