Home > PSM

Jadikan Arema Pelajaran, PSM Fokus Benahi Finishing

Ananda Raehan melepaskan tembakan ke arah gawang Arema FC dalam laga pekan ke-32 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (9/5) - (foto by PSM)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Melawat ke markas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (9/5), PSM Makassar harus pulang dengan kepala tertunduk setelah menyerah tiga gol tanpa balas.

Dalam laga pekan ke-32 Super League 2025/26, tuan rumah menang berkat gol penalti Dalberto (10'), Gabriel Silva (53'), dan Joel Vinicius (69').

Usai laga, suasana ruang ganti PSM diselimuti kekecewaan yang mendalam. Caretaker pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, tidak mencari-cari alasan, namun ia mengakui bahwa kondisi timnya sedang tidak ideal.

Krisis pemain menjadi faktor krusial di balik rapuhnya performa sang juara bertahan. Beberapa pemain kunci Juku Eja yang absen di antaranya 

"Kami terima kekalahan ini karena pada prinsipnya kami memang tidak tampil dengan full skuad karena ada sekitar 7 sampai 8 pemain yang tidak bisa tampil pada pertandingan kali ini," ujar Amiruddin.

Meski tampil pincang, PSM sebenarnya bukan tanpa perlawanan. Aliran bola dari kaki ke kaki pemain Juku Eja sempat beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Singo Edan.

Amiruddin mencatat setidaknya ada lima hingga enam peluang emas yang seharusnya bisa mengubah papan skor jika penyelesaian akhir lebih klinis.

"Terlepas dari itu, kami membuat banyak peluang. Mungkin ada lima atau enam peluang yang kira-kira berpeluang gol," tambahnya.

Baginya, sepak bola adalah tentang momentum. Jika saja satu dari peluang tersebut bersarang ke gawang lawan, jalannya laga mungkin akan menyuguhkan cerita yang berbeda.

"Kalau seandainya, kita berandai-andai, itu bisa mencetak satu, mungkin hasilnya tidak seperti ini. Tapi sudah terjadi," sesal Coach Amir, sapaan akrabnya.

Kekalahan ini kini meninggalkan pekerjaan rumah yang besar bagi staf kepelatihan PSM. Masalah finishing atau penyelesaian akhir menjadi sorotan utama yang harus segera dibenahi sebelum kompetisi berakhir.

Efektivitas di depan gawang menjadi harga mati jika PSM ingin kembali ke jalur kemenangan di dua laga sisa.

"Ini jadi bahan evaluasi kami ke depannya bahwa finishing, pemanfaatan peluang itu harus kita manfaatkan sebaik mungkin," pungkasnya menutup pernyataan.