Home > PSM

Akademi PSM Bekali 134 Pemain Aturan Main Jelang EPA ONE

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Akademi PSM Makassar membekali 134 pemain dari kelompok usia U-16, U-18 dan U-20 dengan materi law of the game (LOTG) dan character building jelang bergulirnya Elite Pro Academy (EPA) ONE 2026/27.

Kegiatan digelar pada Kamis (1/10), di Lantai 4 Kantor Tribun Timur, Jl Opu Dg Risadju No 430, Sambung Jawa, Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Para pemain hadir mengenakan kaos merah bertuliskan "PSM Academy, Ewako, Ramang Muda".

Materi LOTG dibawakan wasit Asprov PSSI Sulsel, Abdul Rahman, sedangkan materi character building disampaikan konten kreator Rijal Djamal.

Direktur Akademi PSM Makassar, Akbar Rasyid, mengatakan sosialisasi LOTG penting bagi pemain maupun staf pelatih agar memahami regulasi yang berlaku sehingga tidak merugikan tim.

"Ini sangat membantu, karena kadang tak tahu regulasi, sehingga merugikan tim," katanya kepada CELEBESMEDIA.ID.

Melalui materi character building, pemain ditanamkan karakter dan jiwa Ewako yang menjadi ciri khas PSM Makassar.

Akbar ingin Ramang Muda memiliki kecintaan terhadap klub sekaligus terbentuk karakter dan kepribadiannya di luar lapangan.

"Secara psikologis merasa memiliki klub dan bersedia berjuang mengharumkan nama PSM Makassar, itu dari aspek sepak bola. Di luar sepak bola, sangat baik untuk pembentukan karakter mereka ke depan," tuturnya.

Di EPA ONE 2026/27, ketiga kelompok usia PSM tergabung di Grup C bersama Bali United, Persebaya Surabaya, Madura United, PSS Sleman, Persik Kediri dan Deltras Sidoarjo.

Laga perdana digelar Sabtu–Minggu (3–4/10/2026). PSM U-16, U-18 dan U-20 akan menghadapi tiga kelompok umur Persik Kediri di Kediri Soccer Field, Jawa Timur.

"Kita akan berangkat besok ke Kediri. Match pertama lawan Persik pada 3 Oktober," ujar Akbar.

Mantan pemain PSM itu menilai persiapan timnya sudah matang. Waktu persiapan lebih dari sebulan dinilai cukup untuk menyempurnakan permainan, apalagi sekitar 60 persen skuad diisi pemain musim lalu.

Soal target, Akbar menegaskan pembinaan menjadi prioritas utama. Akademi, katanya, harus melahirkan pemain untuk tim senior, sementara gelar juara hanya dianggap bonus.

"Kalau juara pasti tim pelatih mau, terlepas dari itu hal paling penting mereka (pemain) bisa berproses dan berkembang sampai tujuan ke profesional," ucapnya.

Laporan: Muhammad Akbar