PT Tuju Wali Wali Pelaksana Konstruksi RSUD Regional Malino

Penandatangan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa kepada PT.Tuju Wali Wali oleh PPK disaksikan oleh Ibu Kadis Kesehatan Pemrpov Sulsel - (ist).

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Perusahaan kontraktor konstruksi terkemuka di Sulawesi Selatan (Sulsel) PT Tuju Wali Wali memenangkan tender pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional Wilayah Selatan Sulawesi Selatan bernilai Rp 161 miliar di Malino, Kabupaten Gowa.

Manajemen PT Tuju Wali Wali  telah mendatangi Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) penyedia pemenang tender yang dilaksanakan di Toraja Room, Gedung A Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (7/5/2026).

Penandatanganan disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Dr Evi Mustikawati Arifin.

Penandatanganan ini mengesahkan PT Tuju Wali-Wali sebagai pelaksana proyek setelah berhasil mengungguli kompetitor besar lainnya.

RS Regional tersebut akan menjadi pusat rujukan strategis bagi masyarakat di wilayah selatan Sulsel.

Head of Business Unit Tuju Wali Wali, Iskandar Mohammad mengatakan PT Tuju Wali-Wali siap memulai pengerjaan fisik dengan target penyelesaian dalam kurun waktu 450 hari kerja.

“Kita akan membangun rumah sakit yang representatif,” kata Iskandar.

Pemilihan PT Tuju Wali-Wali didasarkan pada pengalaman membangun fasilitas kesehatan modern. Termasuk portofolio pembangunan RS Primaya di Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Hertaning. 

Tuju Wali Wali baru saja melakukan penyerahan proyek (Project Hand Over - PHO) RSUD Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara kepada Kementerian Kesehatan sebagai pemilik proyek. Rumah Sakit tersebut rencananya akan diresmikan Presiden, bersama 21 rumah sakit lainnya.

Iskandar berharap, koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak kontraktor dapat berjalan selaras, terutama terkait kesiapan lahan dan dukungan anggaran.

“Semoga Tuju Wali Wali ke depan tetap menjadi kontraktor yang expert di bidang pembangunan rumah sakit sejenis,” kata Iskandar.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Dr Evi Mustikawati Arifin menjelaskan, penandatanganan SPPBJ menegaskan komitmen Pemprov Sulsel menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik melalui proses pengadaan yang transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan.

Setelah penandatanganan kontrak, tahapan dilanjutkan dengan penyusunan desain teknis karena proyek menggunakan metode design and build.

“Konstruksi fisik dimulai setelah desain dan persetujuan teknis selesai sesuai jadwal kontrak pekerjaan,” katanya.

Rumah sakit ini dirancang sebagai rumah sakit regional modern tipe C dengan kapasitas 100 tempat tidur.

Dilengkapi fasilitas dan alat kesehatan canggih untuk pelayanan spesialistik dan subspesialistik.

“Rumah sakit ini nantinya akan didukung dokter spesialis, dokter umum, tenaga medis, dan tenaga kesehatan lainnya untuk memastikan pelayanan berjalan optimal,” jelas Evi.