Makassar Siapkan Lahan Pemakanan 20 Hektare di Maros
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pemerintah Kota Makassar mulai menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi keterbatasan lahan pemakaman yang kian mendesak. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, pemkot mengakselerasi pencarian lokasi baru untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU), termasuk menjajaki lahan di Kabupaten Maros.
Lokasi yang disasar berada di Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, dengan estimasi kebutuhan lahan mencapai 10 hingga 20 hektare guna memenuhi kebutuhan jangka panjang warga.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, keterbatasan lahan di dalam kota menjadi alasan utama penjajakan wilayah luar.
"Sekarnag sudah kita lihat dan datangi beberapa lokasi, termasuk di Maros. Makassar kan relatif sudah sangat padat," ujarnya di Balai Kota Makassar, Selasa (5/5/2026).
Saat ini, Makassar hanya memiliki enam TPU aktif, yakni di Sudiang, Beroanging, Kampung Dadi, Panaikang (dua lokasi), dan Antang. Sejumlah lokasi bahkan dilaporkan hampir penuh, dengan beberapa di antaranya sudah membatasi pemakaman umum.
Kondisi tersebut mendorong pemkot untuk segera menyiapkan solusi. Selain pembukaan lahan baru, opsi optimalisasi seperti pemanfaatan ulang terbatas juga mulai dikaji.
"Jadi, perlu ada solusi. Karena beberapa TPU itu, kuburan bahkan sudah tertutup untuk umum, kecuali bagi keluarga. Ini tentu menjadi tantangan yang harus segera kita carikan solusi," tambahnya.
Pemkot Makassar bersama DPRD dan organisasi perangkat daerah telah meninjau sejumlah lokasi potensial di Maros. Namun, hasil peninjauan masih memerlukan kajian teknis lanjutan, terutama terkait kontur dan kemiringan lahan.
"Sudah ada beberapa lokasi yang kita lihat, tetapi secara teknis masih perlu ditinjau lebih dalam, misalnya karena adanya kemiringan lahan," jelas Munafri.
DPRD Makassar turut mendukung langkah tersebut. Anggota DPRD Muchlis Misbah menyebut hampir seluruh TPU di Makassar kini dalam kondisi penuh.
"Pekuburan di Makassar ini sudah mulai penuh, seperti di Sudiang dan Panaikang, termasuk di beberapa titik lainnya. Ini harus segera diantisipasi," ujarnya.
Menurut Muchlis, rencana penyediaan lahan baru di Maros masih dalam tahap koordinasi lintas daerah, khususnya terkait kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Jika seluruh aspek terpenuhi, proyek ini ditargetkan mulai direalisasikan tahun ini.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan layanan pemakaman bagi warga Makassar tetap terpenuhi secara layak dan berkelanjutan.
