Jalan Alternatif Leimena–Tamalanrea Dikebut, Target Rampung Oktober 2026
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar bersama Kalla Land & Property mempercepat pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan Jalan Dr. Leimena di Kecamatan Manggala dengan wilayah Tamalanrea dan Panakkukang.
Proyek sepanjang 1,3 kilometer yang dikenal sebagai akses Riverside ini ditargetkan mencapai status clean and clear atau rampunng Oktober 2026.
Langkah percepatan ini dinilai penting, mengingat pertumbuhan kawasan hunian di koridor Nipa-Nipa yang semakin pesat. Saat ini, sekitar 600 unit rumah dari empat klaster tengah dikembangkan, yang diperkirakan akan meningkatkan arus kendaraan secara signifikan.
Chief Executive Officer Kalla Land & Property, Ricky Theodores, mengungkapkan bahwa progres pembebasan lahan seluas enam hektare telah mencapai 60 persen.
“Kami menargetkan pembebasan lahan selesai pada Juli. Sehingga, pada Oktober seluruh aspek legalitas sudah clean and clear sebelum diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Kota,” ujar Ricky dalam rapat monitoring di Balai Kota Makassar, Kamis (9/4/2026).
Ia juga menegaskan bahwa rencana pembangunan jalan tersebut telah disesuaikan dengan data Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta dokumen AMDAL kawasan.
Selain itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang terkait pemanfaatan area di sekitar Sungai Tallo, agar tetap sesuai dengan aturan tata ruang dan pengelolaan sumber daya air.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan proyek ini. Ia menekankan pentingnya keterbukaan dari pihak pengembang terkait kendala di lapangan, terutama pada sisa pembebasan lahan.
“Sampaikan saja apa persoalannya. Pemerintah Kota siap memfasilitasi agar ada percepatan. Begitu lahan diserahkan ke Pemkot, kami akan langsung masuk untuk pengerjaan fisik dan pengaspalan,” tegasnya.
Selain memperhatikan aspek infrastruktur, Munafri juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Ia meminta pengembang tetap menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sepanjang jalur yang dibangun.
“Ini sangat penting. Jika jalur ini tembus, akses mobilitas warga akan jauh lebih nyaman dan kemacetan di Jalan Antang Raya bisa terurai secara efektif,” pungkasnya.
Rapat pembahasan proyek ini turut dihadiri sejumlah pejabat Pemkot Makassar, termasuk Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Zainal Ibrahim serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Zuhaelsi Zubir.
