Bioskop Ratu: 112 Tahun Jejak Warisan Tionghoa di Makassar

Banguna yang dulunya Bioskop Ratu - (ist)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Di sudut Jalan Lembeh, Kelurahan Melayu Baru, Kecamatan Wajo, Makassar, berdiri sebuah bangunan putih yang diam-diam menyimpan lebih dari seabad cerita. Bioskop Ratu bukan sekadar gedung tua. Ia adalah penanda bagaimana hiburan, budaya, dan kehidupan sosial warga Makassar terus berubah dari masa ke masa.

Menurut catatan Pemerintah Kota Makassar pada laman simcabud.makassarkota.go.id, gedung tersebut dibangun pada 1914 oleh perkumpulan Tionghoa bernama Tju Jin Hwee. Pada awalnya, bangunan tersebut dirancang sebagai tempat pertunjukan opera. Ketika selera hiburan masyarakat bergeser, fungsinya ikut berubah menjadi bioskop yang memutar film layar lebar dan menjadi tempat favorit warga kota berkumpul

lBangunan berdenah segi empat ini dibuat dari beton dengan dominasi warna putih. Strukturnya terbagi dua bagian. 

Bagian depan terdiri atas tiga lantai: lantai dasar sebagai area penjualan, lantai dua berisi dua ruang mesin, dan lantai tiga berfungsi sebagai gudang perlengkapan.

Sementara itu, bagian belakang berupa aula luas yang dahulu menjadi ruang utama untuk menikmati opera dan film.

Upaya merawat bangunan bersejarah ini terlihat pada pemugaran yang dilakukan tahun 2003. Langkah tersebut menjadi bukti adanya kepedulian untuk menjaga wajah arsitektur lama agar tetap lestari.

Kini, Bioskop Ratu tak lagi memutar film. Gedung ini telah beralih fungsi menjadi tempat ibadah milik Yayasan Amal Sejahtera. Perjalanan dari panggung opera, bioskop, hingga rumah ibadah menunjukkan betapa dinamisnya perubahan sosial dan budaya di Makassar.

Kisah Bioskop Ratu juga mewakili nasib banyak bioskop klasik di kota ini. Seiring perubahan industri film, sebagian besar gedung bioskop lama di kawasan tersebut beralih menjadi pusat pertokoan, ruko, dan tempat  ada yang dirobohkan. Bioskop Ratu menjadi salah satu mi yang bertahan, lengkap dengan jejak sejarahnya.