Hibah Alat Deteksi Kebocoran JICA untuk PDAM Masuki Tahap Finalisasi
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pemerintah Kota Makassar menindaklanjuti penyelesaian hibah alat deteksi kebocoran air dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly bertemu Direktorat Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum di Ruang Sekda Balai Kota Makassar, Selasa (27/1).
Pertemuan tersebut membahas kelengkapan administrasi hibah peralatan yang sebelumnya telah dimanfaatkan oleh PDAM Makassar.
Hadir pula Kepala Balai Penataan Bangunan, Perumahan, dan Kawasan Sulawesi Selatan, Baskoro Elmiawan.
Sekda Makassar turut didampingi Direktur Utama PDAM Makassar, Hamzah Ahmad.
Zulkifly menjelaskan, kerja sama antara Pemkot Makassar dan JICA telah berjalan beberapa tahun melalui program kemitraan di sektor air minum, khususnya terkait hibah alat deteksi kebocoran jaringan air.
Ia mengungkapkan, masih terdapat sejumlah dokumen yang perlu dilengkapi agar proses hibah dapat diselesaikan secara administrasi.
Dua dokumen utama yang dibutuhkan adalah surat pernyataan minat dan surat pernyataan kesediaan menerima hibah barang milik negara yang nantinya akan ditandatangani oleh Wali Kota Makassar.
Meski demikian, Sekda menegaskan bahwa penandatanganan tidak dilakukan secara langsung tanpa pengecekan. Pemerintah kota terlebih dahulu memastikan kondisi, keberadaan, serta pemanfaatan barang hibah tersebut.
Untuk itu, Pemkot memanggil Direktur Utama PDAM Makassar guna memastikan bahwa peralatan tersebut masih digunakan secara optimal.
Berdasarkan hasil klarifikasi, diketahui bahwa alat hibah tersebut masih aktif dimanfaatkan PDAM dan terdiri dari enam item. Peralatan ini dinilai cukup modern dan berperan penting dalam mendeteksi kebocoran jaringan distribusi air, sehingga membantu menekan tingkat kehilangan air.
Sebelum dokumen hibah ditandatangani, Pemkot Makassar juga akan meminta review dari Inspektorat sebagai bentuk pengamanan dan mitigasi administrasi.
Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Perumahan, dan Kawasan Sulsel, Baskoro Elmiawan, menyampaikan bahwa hibah dari JICA bertujuan mendukung peningkatan layanan air minum melalui pengendalian kebocoran jaringan PDAM.
Ia menambahkan, kunjungan ke Pemkot Makassar dilakukan untuk menindaklanjuti proses administrasi yang masih harus dipenuhi.
Menurutnya, secara regulasi, mekanisme hibah tersebut merupakan prosedur umum hibah aset pemerintah dan tidak bersifat rumit.
Terkait jumlah peralatan, Baskoro menyebutkan terdapat enam item alat deteksi kebocoran, sementara rincian teknis dan jumlah set secara detail berada pada kewenangan PDAM sebagai pengguna langsung.
