Harganas 2026, Munafri Ajak Warga Bangun Keluarga Tangguh
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menjadikan momentum peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 untuk mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mencetak generasi berkualitas.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi dimulai dari lingkungan keluarga.
Pesan tersebut disampaikan Munafri memimpin Apel Harganas 2026 di Halaman Balai Kota Makassar, Senin (29/6/2026).
Wali Kota yang akrab disapa Appi ini mengajak seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat menjadikan Harganas sebagai pengingat untuk memperkuat fungsi keluarga di tengah berbagai tantangan sosial.
"Hari Keluarga Nasional bukan sekadar seremonial, melainkan sebu Kiah refleksi nasional. Sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan mampu melahirkan generasi pemenang," ujar Munafri.
Baginya keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, kesehatan, hingga kualitas generasi masa depan.
Karena itu, upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari rumah melalui pola asuh yang tepat dan lingkungan keluarga yang sehat.
Kota Makassar dengan luas 175,77 kilometer persegi dihuni sekitar 2,25 juta jiwa. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat dari populasi itu, jumlah rumah tangga di Makassar tahun 2025 sebanyak 324.310 unit. Jika tiap rumah tangga mampu menciptakan lingkungan yang sehat akan sangat mendukung terwujudnya Indonesia Emas.
Selain itu, menurut Munafri ayah dalam proses pengsuhan anak juga memiliki peran penting. Kehadiran ayah bukan hanya terlihat secara fisik, tetapi juga melalui kedekatan emosional yang mampu membangun rasa aman bagi anak.
"Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless, di mana ayah hadir secara fisik tetapi absen secara psikologis," katanya.
Di akhir amanatnya, Munafri mengajak seluruh masyarakat menjadikan keluarga sebagai titik awal pembangunan bangsa sebab keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas manusia yang lahir dari keluarga yang sehat dan harmonis.
