Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Bandara Sultan Hasanuddin

Suasana Bandara Sultan Hasanuddin Makassar - (foto by Rini)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar  — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berdampak terhadap operasional penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG), maupun rute sebaliknya.

Berdasarkan data monitoring aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin hingga Minggu (6/9) pagi, sebanyak 21 penerbangan  terdampak akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dari total penerbangan yang terdampak, sebanyak 12 penerbangan dibatalkan, sedangkan sembilan penerbangan lainnya mengalami penundaan atau delay.

 Sejumlah penerbangan menuju Jakarta yang dijadwalkan pada pagi hari turut masuk dalam daftar pembatalan.

Dua penerbangan pada slot sekitar pukul 10.00 WITA, yakni Batik Air ID-6267 yang dijadwalkan berangkat pukul 10.05 WITA dan Pelita Air IP-807 pada pukul 10.10 WITA, juga dibatalkan.

Selain itu, penerbangan Citilink QG-351 tujuan Surabaya yang dijadwalkan berangkat pukul 10.45 WITA turut dibatalkan.

Sebelumnya, pembatalan penerbangan telah terjadi sejak pagi. Penerbangan Citilink QG-345 tujuan Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 06.15 WITA menjadi salah satu penerbangan yang dibatalkan.

Disusul Batik Air ID-6265 tujuan Jakarta dengan jadwal keberangkatan pukul 06.25 WITA serta Garuda Indonesia GA-617 tujuan Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 07.15 WITA.

Selain Penerbangan Jakarta - Makassar, rute lainnya juga terdampak. Diantanya rute Makassar - Kendari.

Salah seorang penumpang, Salman, mengatakan jadwal penerbangannya mengalami penundaan menuju Kendari. Penerbangan menggunakan maskapai Lion Air, yang semula dijadwalkan berangkat pukul 07.00 WITA dipindahkan ke sekitar pukul 14.00 WITA.

Namun, kepastian keberangkatan pada jadwal baru tersebut masih belum diperoleh.

 “Pesawatnya ditunda dari jam 07.00, dipindahkan ke jam 2. Itu pun belum pasti. Tapi saya tetap menunggu di bandara,” ujar Salman.Kondisi tersebut membuat sejumlah penumpang masih bertahan di area Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sambil menunggu informasi terbaru dari maskapai terkait jadwal penerbangan mereka. Selain ruang tunggu pemberangkatan, are masjid Bandara Sultan Hasanuddin pun dipadati penumpang yang menunggu kepastian pemberangkatan.

Sementara itu aktivitas Anak Krakatau juha menyebabkan 4 Bandara menghentikan operasional sementara. Keempatnya yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, dan Bandara Budiarto Curug.