Libur Awal Ramadan 2026 di Makassar Mulai 18 Februari
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman - (ist)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Dinas Pendidikan Kota Makassar resmi menetapkan jadwal libur Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026 untuk seluruh jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP di Kota Makassar.
Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 400.3.5/60/Disdik/II/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Bulan Suci Ramadan 1447 H Tahun Pelajaran 2025/2026. Edaran tersebut menjadi pedoman resmi pengaturan kegiatan belajar selama Ramadan hingga libur Lebaran.
Berdasarkan edaran awal Disdik Makassar, siswa mendapat libur awal Ramadan selama enam hari, mulai 16–21 Februari 2026.
Kegiatan belajar tatap muka kembali berlangsung pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026, dengan penyesuaian suasana pembelajaran yang lebih kondusif dan bernuansa religius.
Namun, jadwal ini akan diselaraskan dengan kebijakan nasional melalui Surat Edaran Bersama (SEB) Tiga Menteri.
Mengacu pada SEB, libur awal Ramadan secara nasional ditetapkan pada 18–21 Februari 2026. Tetapi tetap pada Senin 16 Februari merupakan cuti bersama Imlek dan Selasa 17 Februari merupakan libur perayaan Imlek.
Untuk libur Hari Raya Idulfitri 1447 H, Disdik Makassar awalnya menetapkan 16–24 Maret 2026, dan sekolah aktif kembali pada 25 Maret 2026.
Penyesuaian jadwal akan segera diterbitkan agar selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan bahwa surat edaran daerah diterbitkan lebih awal sebelum kebijakan tambahan libur dari pemerintah pusat keluar.
“Dinas Pendidikan Kota Makassar menerbitkan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Pembelajaran Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah bagi satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP se-Kota Makassar,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Ia memastikan pihaknya segera menerbitkan surat edaran penyesuaian.
“Sekarang masih dalam masa libur awal Ramadan, sehingga kami akan segera membuat surat edaran penyesuaian berdasarkan edaran pusat dari tiga menteri,” terangnya.
“Dengan adanya penyesuaian ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan dapat mengikuti ketentuan terbaru libur Lebaran secara tertib,” sambung Achi.
Selain pengaturan jadwal, Disdik Makassar mendorong sekolah memperkuat pendidikan karakter selama Ramadan. Pembelajaran tidak hanya fokus pada kurikulum reguler, tetapi juga pada pembinaan akhlak dan kepedulian sosial.
Sekolah diminta menggelar tadarus Alquran, pesantren kilat, kultum, hingga kegiatan bakti sosial.
“Kita ingin anak-anak tidak hanya memahami makna puasa secara ritual, tetapi juga mampu mengamalkan nilai empati, berbagi, serta disiplin dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
