Florencia Lolita Wibisono, Korban Pertama ATR 42-500 yang Teridentifikasi
Tim Puisident Polri menunjukkan kecocokan sidik jari korban dengan data ante-mortem yang terindentifikasi sebagai pramugari pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisino - (foto by Rifki)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Jenazah korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang berhasil diidentifikasi tim DVI Polda Sulsel adalah pramugari Florencia Lolita Wibisono, berjenis kelamin perempuan, berumur 33 tahun.
Hal tersebut disampaikan Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, dalam konferensi pers yang digelar di Biddokes Polda Sulsel, Makassar (21/1) siang, dan disaksikan langsung Kapolda Sulsel yang baru, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro dan pihak Basarnas.
"Jenazah dengan nomor pos-mortem 62 B.01 cocok dengan ante-mortem nomor AM 004 teridentifikasi sebagai Florensia Lolita Wibisino, jenis kelamin perempuan, umur 33 tahun, alamat Pulo Gadung, Jakarta Timur melalui sidik jari, data gigi, properti, dan ciri medis," ungkapnya kepada awak media.
Diketahui jenazah masih dalam keadaan utuh, di mana kapiler di sidik jari masih terbaca, sehingga pihak Pusident Polda Sulsel langsung mengambil sidik jari korban dan terbaca identitasnya.
"Tetapi untuk bisa memastikan, membuktikan secara sciencetific, maka kami melakukan membandingkan yaitu mengambil sidik jari jempol tangan kiri," beber Kapusident Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mashudi.
"Sidik jari pada pos-mortem kemudian melakukan pembandingan secara manual maka kami bisa meyakini secara keilmuan bahwa yang bersangkutan adalah Florensia Lolita Wibisino. Kami yakin seyakin-yakinnya berdasarkan keilmuan," lanjut Mashudi.
Jenazah Florensia Lolita Wibisono menjadi jenazah kedua yang dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
Florensia ditemukan di jurang sedalam sekira 350 meter di Gunung Bulusaraung dalam tragedi kecelekaan pesawat ini. Usai teridentifikasi, jenazahnya kemudian akan diserahkan kepada pihak keluarga di bawah pengawasan Basarnas.
Saat ini juga di Biddokes Polda Sulsel, tengah berlangsung proses identifikasi jenazah korban pertama berjenis kelamin laik-laki yang ditemukan tim SAR gabungan di jurang Gunung Bulusaraung sedalam sekira 200 meter.
Jenazah ini diketahui diberangkatkan dari posko tim SAR menggunakan helikopter Basarnas jenis Dauphin HR-3601 usai melalui proses panjang evakuasi.
Laporan: Rifki
