Appi Buka Puasa Bersama 3.152 Anak Panti di Al-Markaz

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di halaman Masjid Al-Markaz Al Islami Makassar, Senin (9/3/2026). 

Pemerintah Kota Makassar menggelar kegiatan Sehari Bersama Anak Panti Asuhan dan Kaum Dhuafa yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama serta peringatan Nuzulul Qur’an.

Kegiatan yang berlangsung di masjid terbesar di Kota Makassar itu menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial di bulan suci Ramadan. Acara juga dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Makassar menyalurkan infaq dan santunan kepada anak-anak panti asuhan serta masyarakat dhuafa. 

Bantuan ini menjadi bentuk perhatian dan komitmen pemerintah dalam menghadirkan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan Ramadan tidak hanya menjadi waktu meningkatkan ibadah, tetapi juga kesempatan memperkuat empati dan kepedulian sosial.

"Karena itu, nilai berbagi dan kebersamaan harus terus dijaga, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah," ujarnya.

Menurut Munafri, pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan seluruh masyarakat merasakan kehadiran negara tanpa memandang latar belakang sosial.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat dua hubungan utama dalam kehidupan manusia, yakni hablum minannas (hubungan dengan sesama manusia) dan hablum minallah (hubungan dengan Allah SWT).

"Ini adalah sebuah kegiatan yang memberikan dua hubungan yang kita laksanakan, yaitu hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan pencipta. Hablum minannas dan hablum minallah yang kita bangun bersama," kata Wali Kota yang akrab disapa Appi ini.

Ia menyebut kehadiran pemerintah bersama seluruh perangkat daerah merupakan wujud komitmen untuk selalu berada di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak panti asuhan di Kota Makassar.

"Hari ini Pemerintah Kota Makassar hadir bersama-sama di tengah anak-anak kita, keluarga besar panti asuhan yang ada di Kota Makassar, untuk saling berbagi, saling memberikan perhatian, membangun empati, menguatkan ukhuwah, dan yang lebih penting membangun silaturahmi," tuturnya.

Kegiatan tersebut diikuti 76 panti asuhan se-Kota Makassar. Tercatat 152 pembina atau pengurus panti serta 2.829 anak panti asuhan atau anak yatim hadir dalam kegiatan itu. Jika termasuk pendamping, total peserta mencapai 3.152 orang.

Munafri menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir bagi seluruh warga tanpa membeda-bedakan latar belakang keluarga, termasuk anak-anak yang tumbuh di lingkungan panti asuhan.

"Kita ingin memperlihatkan bahwa pemerintah akan selalu hadir di tengah keluarga yang ada di Kota Makassar tanpa membeda-bedakan apakah dia berasal dari keluarga atau dari panti asuhan," jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa anak-anak panti memiliki hak yang sama dengan anak lainnya, termasuk akses pendidikan yang layak dan kesempatan meraih masa depan.

"Anak-anak panti hari ini tidak boleh menjadi anak-anak yang terabaikan oleh pemerintah. Mereka juga punya hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, penghidupan yang layak, dan perhatian yang penuh dari pemerintah," tegasnya.

Munafri berharap anak-anak panti asuhan tetap memiliki mimpi besar dan berkontribusi dalam pembangunan.

"Biarkan anak-anak panti ini juga punya cita-cita yang tinggi dan harapan besar untuk ikut melaksanakan pembangunan yang ada di Kota Makassar. Suatu saat nanti dari anak-anak yang hadir di sini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan, baik di Kota Makassar maupun di Indonesia," lanjutnya.

Di akhir sambutan, ia mengajak seluruh anak panti yang hadir untuk tetap percaya diri dalam meraih masa depan.

"Saya mengimbau kepada seluruh anak-anakku yang hadir hari ini, tidak perlu minder diri dan tidak perlu merasa kecil di tengah masyarakat, dengan kebersamaan kita hari ini akan membawa berkah bagi kita semua," tutup Munafri.

Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Sekretaris Daerah, jajaran kepala SKPD, camat, dan lurah di lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Aliyah Mustika Ilham berharap momentum Ramadan dan peringatan Nuzulul Qur’an dapat memperkuat keimanan serta mempererat persaudaraan masyarakat.

"Saya berharap semangat kebersamaan dan ukhuwah yang terbangun melalui kegiatan seperti ini dapat terus memperkuat persatuan masyarakat Kota Makassar serta mendorong kita bersama membangun kota yang lebih religius, harmonis, dan penuh kepedulian sosial," singkatnya.