Polisi Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Berita Hoaks Penyerangan Asrama Mahasiswa

AKP Lando - (foto by Polrestabesmakassar.com)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Petugas dari kepolisan dan TNI bersiaga untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan terkait rentetan aksi penyerangan di dua asrama mahasiswa di Kota Makassar pada Minggu (28/11/2021).

Kedua asrama yang diserang adalah asrama Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) dan asrama Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (KEMPI) Bone dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK), 

Para pelaku menggunakan senjata tajam dan rakitan menyerang beberapa asrama mahasiswa. Mereka merusak hingga melukai penghuni.

Meski begitu AKP Lando tak ingin menyimpulkan siapa pelaku dari rentetan peristiwa penyerangan ini. Pihaknya pun masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

"Ini OTK kita tidak kenal, memang sasaran penyerangan tadi malam kebetulan simbol-simbol IPMIL, asrama IPMIL dan KEMPI Bone tapi kita tidak pastikan karena ini masih di lidik motivasi dan pelakunya siapa," kata AKP Lando saat dikonfirmasi via telepon.

Dia juga menyampaikan kepada masyarakat agar tak mudah terprovokasi terkait info yang beredar di media sosial mengenai adanya sweeping (razia) atau adanya serangan lanjutan.

"Makasaar kondusif tidak ada sweeping-sweeping tapi tetap waspada dan tetap hati-hati," ujarnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar jangan terprovokasi dengan berita hoaks yang belum tentu benar dan jangan melanjutkan berita hoaks.

"Apabila masyarakat mendengar atau melihat ada indikasi terjadinya ganguan Kamtibmas segera dilaporkan ke pihak kepolisan supaya dicegah sedini mungkin jangan setelah kejadian baru dilaporkan jadi harus dicegah," imbuhnya.

Mantan Kapolsek Tamalanrea itu mengaku saat ini pihaknya bekerja keras untuk mengungkap dalang aksi penyerangan yang memakan korban ini.

Selain itu, polisi juga melakukan penjagaan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan, terutama di tempat kejadian penyerangan.

"Pihak kepolisan selalu ada untuk mengantisipasi kejadian-kejadian, mengkondusifkan wilayah Kota Makassar dengan harapan masyarakat juga tidak terprovokasi," tandasnya.

Dia juga mengungkapkan jika korban penyerangan di asrama IPMIL di Jalan Sungai Limboto, Kecamatan Makassar, Minggu (28/11/2021), sekira pukul 02.00 Wita, tengah dirawat di RS Pelamonia.

Korban diketahui bernama Muhammad Abdullah Said (20) mengalami luka tebas pada bagian leher dan pergelangan tangan kiri korban putus akibat tebasan senjata tajam.

"Iya sementara korban (Muhammad Abdullah Said) masih dirawat intensif di RS Pelamonia. Luka di pergelangan tangan kiri putus akibat sabetan senjata tajam dan luka di bagian leher," kata AKP Lando.

(Darsil Yahya)