Sulsel Dilanda Hari Tanpa Hujan Ekstrem, Maros Catat Rekor

Sulsel masih dalam periode musim kemarau - (foto by Rini)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar -  Sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan mengalami periode hari tanpa hujan (HTH) yang cukup panjang pada Dasarian I September 2026. 

Bahkan, Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan mencatat HTH terpanjang mencapai 102 hari berturut-turut di Pattene, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros.

Data monitoring BMKG menunjukkan kondisi hari tanpa hujan di Sulawesi Selatan didominasi kategori sangat panjang hingga ekstrem panjang, yakni periode tanpa hujan selama 31 hari hingga lebih dari 60 hari.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Nurrohmi Utami, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian karena periode tanpa hujan yang panjang dapat meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah.

“Umumnya wilayah di Sulsel masih mengalami Hari Tanpa Hujan yang panjang, diantanya Makassar, Pinrang, Parepare, Sidrap, Wajo, Soppeng, Barru, Bone, Pangkep, Maros, Gowa, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Takalar dan Selayar,”kata Nurrohmi kepada Celebesmedia, Selasa (15/9).

Berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan Dasarian I September 2026, kategori HTH di Sulawesi Selatan terbagi menjadi tujuh klasifikasi. Kategori tersebut mulai dari masih ada hujan hingga ekstrem panjang.

Wilayah Luwu Utara, Luwu Timur, Luwu, Toraja Utara, dan Tana Toraja masih memiliki titik pengamatan yang masuk kategori masih ada hujan (no drought). Sejumlah titik di wilayah tersebut juga tercatat dalam kategori HTH sangat pendek, yakni 1-5 hari.

Sementara kategori pendek, dengan HTH 6-10 hari, ditemukan di Luwu Utara, Luwu Timur, Luwu, Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, Bone, Sinjai, Bulukumba, hingga Kepulauan Selayar.

Untuk kategori menengah atau 11-20 hari tanpa hujan, titik pengamatan berada di Luwu, Enrekang, Pinrang, Sidenreng Rappang (Sidrap), Wajo, Soppeng, Bone, dan Sinjai.

Kondisi yang lebih panjang terlihat pada kategori 21-30 hari. Wilayah yang memiliki titik pengamatan dalam kategori ini meliputi Pinrang, Sidrap, Wajo, Soppeng, Bone, Sinjai, dan Bulukumba.

Periode tanpa hujan yang lebih lama tercatat pada kategori sangat panjang, yaitu 31-60 hari. Berdasarkan peta monitoring BMKG, titik pengamatan dalam kategori ini tersebar di sejumlah wilayah.

Daerah tersebut meliputi Makassar, Pinrang, Parepare, Sidrap, Wajo, Soppeng, Barru, Bone, Pangkep, Maros, Gowa, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, dan Kepulauan Selayar.

Kondisi paling menonjol terdapat pada kategori ekstrem panjang, yakni HTH lebih dari 60 hari yakni di Kabupaten Maros, tepatnya Pattene, Kecamatan Marusu. Tercatat periode tanpa hujan selama 102 hari berturut-turut. Angka tersebut menjadi HTH terpanjang dalam monitoring Dasarian I September 2026.

Nurrohmi menjelaskan bahwa HTH merupakan jumlah hari berturut-turut ketika tidak terjadi hujan atau curah hujan yang tercatat kurang dari 1 milimeter hingga waktu pembaruan data.

“ HTH 102 hari di Pattene, Marusu artinya selama 102 hari daerah tersebut tidak hujan atau curah hujannya sangat rendah. Belum terpantau periode masuknya musim hujan,”ujarnya.

Peta monitoring juga memperlihatkan adanya perbedaan kondisi antardaerah. Wilayah Sulawesi Selatan bagian utara, khususnya kawasan Luwu Raya dan Toraja, masih memiliki sejumlah titik yang mengalami hujan.

Sebaliknya, periode tanpa hujan yang lebih panjang banyak ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan bagian tengah hingga selatan dan kawasan pesisir.

Meski demikian, satu kabupaten dapat memiliki lebih dari satu kategori HTH karena setiap wilayah memiliki sejumlah pos pengamatan dengan kondisi curah hujan yang berbeda.