Makassar Kondusif, Geng Motor dan Balap Liar Menurun
CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Makassar menunjukkan tren positif. Dalam sepekan terakhir, kasus geng motor, balap liar dan perkelahian kelompok tercatat menurun, sementara sebagian besar aksi unjuk rasa berlangsung aman dan tertib.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana mengatakan, dalam satu pekan terakhir hanya terdapat satu kasus geng motor yang berhasil ditangani. Angka itu turun signifikan dibandingkan sebelumnya ketika aksi geng motor dapat terjadi hampir setiap hari.
"Dalam satu minggu terakhir ini ternyata geng motor cuma satu kali. Alhamdulillah, kalau sebelumnya satu hari bisa terjadi setiap hari," kata Arya.
Selain geng motor, polisi mencatat empat aksi balap liar dan empat kasus perkelahian kelompok dalam periode yang sama. Kasus perkelahian tersebut relatif kecil dan dapat segera ditangani aparat.
Polrestabes Makassar juga menangani sejumlah perkara lain, termasuk narkotika dan penganiayaan. Dari berbagai penanganan tersebut, polisi mengamankan sekitar 55 orang, dengan sebagian telah ditetapkan sebagai tersangka dan diproses sesuai hukum.
Kondisi kondusif juga tercermin dari penanganan aksi unjuk rasa. Dari 69 rencana aksi unjuk rasa, hanya 25 aksi yang terealisasi. Mayoritas membawa isu lokal dan berlangsung aman serta tertib, sementara hanya satu hingga dua aksi mengangkat isu nasional.
Puncaknya terjadi pada 27 Agustus 2026, ketika aksi unjuk rasa berlangsung di berbagai daerah di Indonesia. Di Makassar, seluruh rangkaian aksi dapat diselesaikan sekitar pukul 18.00 WITA dalam kondisi aman, sementara aksi di sejumlah daerah lain, termasuk Jakarta, masih berlangsung.
"Bahkan kemarin tanggal 27 Agustus, yang memang menjadi puncaknya unjuk rasa seluruh Indonesia, kita bisa selesai pukul 18.00 WITA," tuturnya.
Arya menilai capaian tersebut tidak terlepas dari komunikasi intensif dan sinergi kepolisian dengan Pemerintah Kota Makassar, TNI, pemerintah kecamatan dan kelurahan, ormas, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda hingga mahasiswa.l
Sejalan dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kota Makassar memperkuat sistem pencegahan gangguan keamanan melalui empat instrumen utama, yakni teknologi pengawasan, layanan respons cepat, sinergi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat.
Pemkot mengoptimalkan sekitar 8.000 titik CCTV yang tersebar di berbagai kawasan kota dan lorong. Kamera tersebut diarahkan terhubung dengan sistem pemantauan terpusat melalui jaringan fiber optik dan war room.
Proses integrasi masih dalam tahap pembenahan dan pemeliharaan karena sejumlah sambungan masih dalam proses interkoneksi. Pemkot menargetkan seluruh jaringan CCTV dapat kembali berfungsi optimal.
Sebagai pembanding, berdasarkan data CCTV lalu lintas, pada 2024 Makassar memiliki 230 unit CCTV di 202 titik, kemudian meningkat pada 2025 menjadi 240 unit di 212 titik pemantauan.
Selain CCTV, Pemkot mengandalkan Call Center 112 sebagai layanan darurat terpadu 24 jam untuk menerima laporan kriminalitas, kondisi medis, kebencanaan dan berbagai keadaan darurat lainnya.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menegaskan keamanan kota membutuhkan kolaborasi seluruh elemen.
"Pemerintah Kota terus kolaborasi keterlibatan TNI, Polri dan ormas untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban yang ada di Kota Makassar," kata Munafri.
Pemkot juga mendorong ormas dan masyarakat menjadi mata serta telinga pemerintah di wilayah masing-masing. Pola komunikasi berbasis lingkungan dinilai efektif karena interaksi sosial warga di lorong-lorong Makassar relatif kuat.
Makas Nnsar sebelumnya disebut berada di peringkat 54 indeks toleransi, kemudian meningkat ke peringkat 9. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal sosial untuk menjaga stabilitas kota.
