Ramadan Ladang Rezeki Tukang Pijat Musiman

Tukang pijit musiman di Masjid Al Markaz Makassar, Jumat (27/2) - (foto by Rifki)

CELEBESMEDIA.ID, MakassarSuasana pelataran Masjid Al-Markaz Al-Islami setiap Ramadan selalu menghadirkan cerita yang beragam. 

Selain deretan pedagang takjil dan jamaah yang memadati area masjid, fenomena tukang pijat musiman kembali terlihat pada Jumat (27/2/2026) siang usai Salat Jumat.

Di sudut pelataran, beberapa remaja hingga pria dewasa menggelar tikar sederhana. Botol minyak urut diletakkan di samping mereka, menjadi modal utama untuk menawarkan jasa pijat kepada jamaah yang melintas. Sedikitnya enam tukang pijat dadakan tampak sibuk melayani pelanggan.

Tarif yang dipasang berkisar Rp25 ribu hingga Rp30 ribu untuk durasi 15–20 menit. Area pijat disesuaikan dengan permintaan pelanggan, yang kebanyakan merupakan jamaah dewasa. Sesekali, ada pelanggan yang memberi bayaran lebih sebagai bentuk apresiasi.

Salah satunya Ikram (19), siswa SMKN 10 Makassar. Ia mengaku sudah memijat di kawasan masjid itu sejak duduk di bangku sekolah dasar. Keahlian tersebut dipelajarinya secara otodidak

“Sudah sejak SD memijat di sini. Awalnya cuma lihat orang, belajar sendiri,” ujarnya sambil merapikan botol minyak urutnya.

Baginya, Ramadan menjadi momen yang cukup berarti. Jumlah jamaah yang meningkat memberi peluang lebih besar untuk mendapatkan pelanggan. Meski begitu, pendapatan yang diperoleh tidak menentu.

“Kalau Jumat bisa dapat Rp100 ribuan lebih, tapi tidak tentu. Hari biasa paling sekitar Rp50 ribuan,” katanya.

Uang hasil memijat digunakan untuk kebutuhan pribadi selama Ramadan hingga persiapan Lebaran.

“Untuk beli baju Lebaran sama jajan,” tuturnya dengan senyum tipis.

Fenomena tukang pijat musiman ini hanya berlangsung selama bulan puasa. Di luar Ramadan, praktik pijat tidak diperkenankan di area pelataran masjid. Namun setiap kali Ramadan tiba, pelataran Al-Markaz kembali menjadi ruang pertemuan antara ibadah, tradisi musiman, dan ikhtiar mencari rezeki.

Laporan: Rifki