PDAM Tambah Debit Air ke Utara Makassar, Siapkan Sambungan Gratis
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar mulai memperkuat layanan air bersih di wilayah utara melalui peningkatan debit air, perluasan jaringan distribusi, dan program sambungan rumah gratis. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan krisis air bersih yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Andi Syahrum Makkurade, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, agar pelayanan air bersih segera ditingkatkan.
"Selama ini apa yang disampaikan dan diperintahkan Pak Wali Kota kepada kami selaku Plt direksi, kami tindak lanjuti. Terbukti kami kerjakan kebutuhan air bersih," ujarnya.
PDAM telah memulai uji coba pengoperasian pompa intake yang mengambil air baku dari Waduk Nipah-Nipah melalui jalur Manggala. Pengoperasian pompa ini diperkirakan mampu menambah pasokan air sekitar 300 liter per detik sehingga distribusi ke wilayah utara, termasuk kawasan Kerung-Kerung, dapat meningkat.
Wilayah pesisir utara Kota Makassar yang paling parah mengalami krisis air bersih selama ini berada di Kecamatan Tallo, Kecamatan Ujung Tanah, dan Kecamatan Bontoala.
Kecamatan Tallo merupakan wilayah pesisir yang paling lama mengalami krisis air bersih.
Sedangkan Kecamatan Ujung Tanah dan Bontoala aliran distribusi air bersihnya sering terganggu akibat fluktuasi debit air dari instalasi pengolahan.
Menurut Andi Syahrum, berkurangnya pasokan air selama ini dipicu tidak beroperasinya salah satu pompa sejak Oktober 2025. Kondisi tersebut menyebabkan debit air terus menurun, terutama saat musim kemarau.
Selain mengaktifkan kembali pompa, PDAM juga melakukan pengerukan saluran air baku dari Manggala menuju Waduk Nipah-Nipah untuk memperlancar aliran menuju instalasi pengolahan air. Di sisi lain, distribusi air bersih kepada pelanggan terdampak tetap dilakukan menggunakan mobil tangki selama proses perbaikan jaringan berlangsung.
Tak hanya fokus pada peningkatan produksi, PDAM juga menyiapkan perluasan jaringan distribusi. Program pemasangan sambungan rumah gratis akan dijalankan setelah ketersediaan air baku dinilai mencukupi dan pasokan mulai stabil.
"Termasuk program pemasangan sambungan gratis sesuai Peraturan Wali Kota. Air bakunya harus dipastikan tersedia terlebih dahulu, kemudian baru kita sambungkan ke rumah-rumah warga," tegasnya.
Andi Syahrum menjelaskan, penanganan krisis air bersih tidak hanya mengandalkan satu kebijakan. PDAM menjalankan tiga strategi secara bersamaan agar hasilnya lebih cepat dirasakan masyarakat.
Strategi pertama adalah pengoperasian kembali pompa intake untuk meningkatkan debit air. Kedua, penyambungan jaringan pipa dari kawasan Macini Sombala yang memiliki kapasitas pasokan lebih besar menuju wilayah yang selama ini mengalami kekurangan air. Ketiga, pengerukan saluran air baku yang telah puluhan tahun tidak dilakukan guna memperlancar aliran menuju instalasi pengolahan.
Melalui kombinasi tiga langkah tersebut, PDAM optimistis distribusi air bersih ke wilayah utara Makassar akan berangsur normal.
Berdasarkan data terkini dari Perumda Air Minum Kota Makassar, jumlah sambungan aktif pelanggan PDAM Makassar mencapai sekitar 183.936 pelanggan. Dari angka itu pelanggan di wilayah utara Kota Makassar, sekitar 11.000 pelanggan. Menurut data Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel krisis air bersih di wilayah Utara Makassar sudah terjadi sekitar 20 tahun, khususnya di Kecamatan Tallo
