ASN Makassar WFH 14–15 September, Pelayanan Publik Tetap Jalan

ASN Pemkot Makassar work from home terhitung 14 hingga 15 September - (foto by instagram/@pemkot.makassar)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar -  Pemerintah Kota Makassar resmi memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemkot selama dua hari, mulai Senin hingga Selasa, 14–15 September 2026.

Langkah taktis ini diambil sebagai respons atas dinamika kondisi bahan bakar minyak (BBM) yang memicu kepadatan antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) serta untuk menekan angka mobilitas kendaraan masyarakat di jalan raya.

Kebijakan mengenai penyesuaian sistem kerja tersebut tertuang secara resmi dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Makassar Nomor 44 Tahun 2026. 

Penetapan WFH ini melengkapi kebijakan sebelumnya, di mana Pemkot Makassar juga telah memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekolah daring bagi peserta didik mulai tingkat PAUD hingga SMP se-Kota Makassar.

Meski pegawai berkegiatan dari rumah masing-masing, Pemkot Makassar menjamin akses layanan masyarakat tidak akan terganggu. Para ASN diwajibkan untuk tetap menyelesaikan seluruh tugas kedinasan dan koordinasi kerja menggunakan platform daring atau online.

Di samping itu, penyesuaian khusus juga diberlakukan pada unit-unit kerja yang bersentuhan langsung dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat dasar, seperti fasilitas kesehatan, layanan kependudukan, serta instansi teknis lapangan. Perangkat daerah terkait diinstruksikan untuk menyusun skema pengaturan personel secara fleksibel agar pos-pos pelayanan vital tetap beroperasi secara optimal di lokasi.

Pemerintah Kota Makassar menyampaikan bahwa skema WFH ini bersifat sementara dan efektivitasnya akan terus dipantau secara berkala.

"WFH berlaku sementara dan akan dievaluasi sesuai kondisi BBM serta kebutuhan pelayanan pemerintah," bunyi keterangan resmi dalam rilis pemberitahuan Surat Edaran Pemkot Makassar.

Pemerintah berharap kombinasi kebijakan WFH ASN dan pembelajaran daring ini dapat mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas secara signifikan. Langkah ini juga diharapkan membantu mengurai antrean pengisian BBM di lapangan hingga distribusi pasokan kembali stabil dan berjalan normal.