Listrik Padam Bergilir, Warga Makassar Keluhkan Jualan Online Terganggu
Ilustrasi - (int)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pemadaman listrik bergilir yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Makassar mulai mengganggu aktivitas warga, termasuk pelaku usaha yang bergantung pada koneksi internet untuk menjalankan pekerjaannya.
Salah satunya dirasakan Dhara, pegawai toko kosmetik di Jalan Sunu, Kecamatan Tallo, Makassar. Ia mengaku pemadaman listrik berulang membuat pekerjaan dan target penjualan online yang dibebankan kepadanya ikut terdampak.
"Bagaimana di' dijelaskan. Kalau begini tiap hari, bisa-bisa tidak capai target ki jualan online. Na saya ini ada target tiap hari," kata Dhara.
Menurutnya, aktivitas penjualan online di tempatnya bekerja sangat bergantung pada jaringan WiFi. Ketika listrik padam, koneksi internet ikut terganggu sehingga pekerjaan tidak dapat berjalan normal.
"Kalau begini kondisi pemadaman terus, hancur penjualanku. Na saya kerjaku andalkan wifi, wifi itu pakai listrik, kalau padammi, ya pasrah saja," ujarnya.
Dhara mengatakan penggunaan jaringan data seluler juga belum menjadi solusi. Menurut dia, kualitas jaringan ikut menurun ketika terjadi pemadaman listrik.
"Mau pake kuota data juga jelek jaringan gara-gara mati lampu," katanya.
Ia mengaku kondisi tersebut menambah beban masyarakat yang sebelumnya juga menghadapi persoalan biaya kebutuhan energi.
"Tidak pernah lepas susayya. Baru-baru bbm sama gas, ini listrik sede," ujar Dhara.
Keluhan tersebut muncul ketika pemadaman bergilir masih berlangsung di sejumlah wilayah Makassar pada Rabu (23/9/2026).
Berdasarkan jadwal pengaturan beban yang beredar, pemadaman dilakukan bertahap di sejumlah wilayah mulai pagi hingga Kamis (24/9) dini hari. Waktu pemadaman berbeda berdasarkan wilayah dan feeder.
PLN UID Sulselrabar menyebut pengaturan pasokan masih dilakukan karena sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) dalam proses pemulihan.
Bagi pekerja yang menggantungkan aktivitas pada listrik dan internet, pemadaman berulang bukan sekadar persoalan kenyamanan.
Kondisi tersebut dapat berdampak langsung terhadap produktivitas dan aktivitas ekonomi, terutama usaha yang mengandalkan penjualan secara daring.
Keluhan Dhara menjadi gambaran dampak pemadaman listrik terhadap sektor usaha kecil dan pekerja yang membutuhkan koneksi internet secara terus-menerus.
Di tengah upaya PLN memulihkan sistem, warga masih harus beradaptasi dengan ketidakpastian waktu pemadaman dan dampaknya terhadap aktivitas harian.
