Rawan Karhutla, 9 Taman Nasional Ditutup Sementara
Kebakaran hutan di Penajem Paser Utara - (foto by Antara)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Pemerintah mengambil langkah pencegahan untuk mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menutup sementara aktivitas wisata pendakian di sejumlah taman nasional. Kebijakan tersebut menyasar sembilan taman nasional yang dinilai memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan keputusan itu ditempuh bukan hanya untuk melindungi keselamatan wisatawan dan pendaki, tetapi juga agar penanganan karhutla di wilayah prioritas dapat berjalan lebih efektif.
"Secara resmi akan ada surat edaran dari Dirjen KSDAE (Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem), tapi saya bisa umumkan sementara ada penutupan sementara terhadap 9 taman nasional,” kata Menhut Raja Antoni, dikutip dari Antara.
Pernyataan tersebut disampaikan Raja Juli setelah mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (31/8).
Menurut Raja Juli, munculnya kebakaran di sejumlah kawasan taman nasional turut menambah beban dalam penanganan karhutla. Kondisi tersebut membuat sumber daya yang semestinya difokuskan pada enam provinsi prioritas harus dibagi untuk menangani kebakaran di kawasan konservasi.
Salah satu sumber daya yang terdampak adalah helikopter water bombing. Armada udara tersebut harus dikerahkan ke sejumlah taman nasional yang mengalami kebakaran sehingga penggunaannya untuk wilayah prioritas menjadi tidak maksimal.
"Mengingat beberapa taman nasional kita juga terjadi kebakaran dan ini sangat menyulitkan kita untuk melakukan pemadaman, beberapa heli water bombing yang mestinya bisa dipergunakan, dimaksimumkan di enam provinsi prioritas, tapi karena ada kebakaran yang luar biasa di beberapa taman nasional akhirnya heli ini juga di-deploy ke taman-taman nasional tersebut," ujar Menhut.
Pemerintah berharap pembatasan sementara aktivitas pendakian dapat mengurangi potensi munculnya risiko baru selama kondisi karhutla masih menjadi perhatian.
Raja Juli menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengurangi minat masyarakat menikmati wisata alam di taman nasional. Penutupan dilakukan karena kondisi di lapangan dinilai dapat membahayakan pengunjung sekaligus menghambat proses pemadaman kebakaran.
Ia mencontohkan kejadian di kawasan Bromo Tengger dan Semeru yang sebelumnya menyebabkan ratusan pendaki terjebak akibat kondisi yang tidak memungkinkan.
"Ini sekali lagi maksudnya adalah bukan kita membatasi keinginan para pendaki untuk menaiki taman nasional kita, tapi karena risiko yang sangat tinggi seperti yang terjadi terakhir di Bromo Tengger dan Semeru yang akhirnya mengakibatkan ada 170-an pendaki yang terjebak,” kata Menhut Raja Juli.
Daftar Taman Nasional yang Ditutup Sementara
Penutupan sementara berlaku untuk aktivitas pendakian di sejumlah kawasan konservasi. Lokasi yang masuk dalam daftar tersebut antara lain
- Gunung Semeru yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,
- Taman Nasional Kerinci Seblat
- Taman Nasional Gunung Ciremai,
- Taman Nasional Tambora,
- Taman Nasional Manusela,
- Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya,
- Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,
- Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Lorentz pada jalur Ilaga, Tsinga, Sugapa, dan Ugimba.
Kebijakan ini membuat aktivitas wisata pendakian di sembilan kawasan tersebut untuk sementara tidak dapat dilakukan sampai kondisi dinilai lebih aman.
Meski demikian tidak seluruh kawasan pendakian ditutup secara penuh. Pemerintah masih memberikan akses terbatas di beberapa lokasi dengan penerapan pengawasan yang lebih ketat.
Empat kawasan yang masih dapat menerima aktivitas wisata pendakian secara terbatas adalah
- Taman Nasional Gunung Rinjani
- Taman Nasional Gunung Merbabu
- Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang atau Argopuro
- Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Aktivitas di kawasan tersebut hanya diperbolehkan dengan pengawasan ekstra dan pembatasan pada area atau zonasi yang dinilai aman.
