5 Wisata Sulsel yang Diakui UNESCO, Punya Keunikan Mendunia
Wisata Rammang-rammang Maros - (foto by Dok CELEBESMEDIA.ID)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Sulawesi Selatan memiliki banyak destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan budaya, tetapi juga memiliki nilai penting di tingkat internasional.
Sejumlah warisan di daerah ini telah mendapat pengakuan UNESCO melalui kategori warisan budaya takbenda maupun UNESCO Global Geopark.
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) adalah Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB.
Pembentukan UNESCO bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan dunia melalui kerja sama internasional di bidang pendidikan, seni, sains, dan kebudayaan
Berikut tempat wisata di Sulawesi Selatan yang diuakui UNESCO beserta keunikannya.
1. Pinisi Bulukumba
Kabupaten Bulukumba dikenal sebagai pusat pembuatan kapal Pinisi, khususnya di kawasan Tana Beru. Tradisi pembuatan kapal kayu ini menjadi salah satu identitas masyarakat pesisir Sulawesi Selatan.
Pinisi diakui UNESCO pada 2017 sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan dengan nama "Pinisi, art of boatbuilding in South Sulawesi". Pengakuan tersebut diberikan karena tradisi pembuatan Pinisi mencerminkan pengetahuan, keterampilan, dan budaya maritim masyarakat Sulawesi Selatan yang diwariskan lintas generasi.
Keunikan Pinisi terletak pada proses pembuatannya yang masih mempertahankan teknik tradisional. Para pengrajin kapal atau panrita lopi mengandalkan pengalaman dan pengetahuan turun-temurun dalam membangun kapal yang dahulu digunakan untuk pelayaran dan perdagangan antarpulau.
2. Geopark Maros-Pangkep
Kawasan Maros-Pangkep menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan Sulawesi Selatan. Wilayah ini terkenal dengan gugusan karst berbentuk menara, gua prasejarah, sungai, hingga ekosistem unik.
Maros-Pangkep resmi ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2023. Kawasan ini memiliki nilai penting karena menyimpan warisan geologi, keanekaragaman hayati, serta budaya masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan karst.
Keunikan geopark ini terlihat dari bentang alam karst yang terbentuk selama jutaan tahun. Kawasan tersebut juga mencakup berbagai lokasi wisata populer seperti Rammang-Rammang dan kawasan prasejarah Leang-Leang.
3. Rammang-Rammang Maros
Rammang-Rammang menjadi salah satu ikon wisata Sulawesi Selatan berkat panorama bukit karst yang menjulang, sungai yang tenang, serta suasana pedesaan yang masih alami.
Rammang-Rammang dikenal dunia karena berada dalam kawasan Maros-Pangkep UNESCO Global Geopark yang ditetapkan pada 2023. Kawasan ini memiliki lanskap karst unik yang menjadi salah satu daya tarik utama dari sisi geologi dan konservasi.
Keunikannya adalah wisatawan dapat menikmati pemandangan karst raksasa dengan menyusuri Sungai Pute menggunakan perahu. Perpaduan antara batu kapur, hutan, dan kehidupan masyarakat lokal membuat Rammang-Rammang memiliki karakter yang berbeda dari destinasi alam lainnya.
4. Leang-Leang Maros
Leang-Leang merupakan kawasan wisata sejarah yang menyimpan jejak kehidupan manusia purba melalui lukisan gua dan peninggalan arkeologi.
Leang-Leang memiliki keterkaitan dengan pengakuan UNESCO melalui kawasan Maros-Pangkep UNESCO Global Geopark yang ditetapkan pada 2023.
Kawasan ini memiliki nilai penting karena menggabungkan warisan geologi dengan situs prasejarah yang menjadi bagian dari sejarah panjang kehidupan manusia.
Di Leang-Leang ada lukisan dinding gua berupa cap tangan dan gambar hewan purba. Temuan tersebut menjadikan kawasan ini salah satu lokasi penting untuk memahami kehidupan manusia masa lampau.
5. Tana Toraja
Tana Toraja menjadi salah satu destinasi budaya paling terkenal di Sulawesi Selatan. Kawasan ini memiliki tradisi unik seperti upacara Rambu Solo', rumah adat Tongkonan, serta sistem pemakaman khas masyarakat Toraja.
Tana Toraja masuk dalam daftar sementara (Tentative List) UNESCO pada 2009 dengan nama "Tana Toraja Traditional Settlement". Artinya, kawasan ini telah diajukan sebagai kandidat Warisan Dunia UNESCO, tetapi belum ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia resmi.
Keunikan Toraja terletak pada budaya masyarakat yang masih mempertahankan hubungan kuat dengan leluhur. Kompleks rumah adat, area pemakaman tradisional, dan berbagai ritual adat menjadi daya tarik yang membuat Toraja dikenal hingga mancanegara.
Pengakuan UNESCO menunjukkan bahwa kekayaan Sulawesi Selatan memiliki nilai yang melampaui batas daerah. Mulai dari tradisi pembuatan kapal Pinisi yang diakui sejak 2017, Geopark Maros-Pangkep sejak 2023, hingga budaya Toraja yang masuk daftar sementara UNESCO sejak 2009.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan dengan nilai alam, sejarah, dan budaya, destinasi-destinasi tersebut menjadi pilihan menarik untuk mengenal warisan Sulawesi Selatan yang memiliki arti penting bagi dunia.
