Makasssar Raih Terbaik I Jamsostek Award 2026

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Keseriusan Pemerintah Kota Makassar di bawah arahan Wali Kota Munafri Arifuddin dalam memperluas jangkauan perlindungan sosial kembali membuahkan hasil manis di tingkat regional. Kota Daeng berhasil mengamankan predikat Terbaik I dalam ajang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) Award / Paritrana Award Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026.

Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, yang hadir mewakili Wali Kota Munafri Arifuddin pada penganugerahan di Makassar.

Menanggapi pencapaian ini, Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi menegaskan bahwa prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh elemen pemerintah daerah dalam menghadirkan program sosial yang berdampak nyata bagi warga.

"Bagi kami, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras jajaran Pemerintah Kota Makassar. Program jaminan sosial yang kami terapkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Munafri, Kamis (22/10/2026).

Penghargaan Paritrana Award ini menjadi bukti konkret atas konsistensi Pemkot Makassar dalam menjamin keselamatan kerja para buruh dan pekerja sektor informal yang memiliki tingkat kerentanan tinggi. Melalui inovasi bertajuk Program Makassar Berjasa (Berbagi Jaminan Sosial), pemkot menggandeng BPJS Ketenagakerjaan serta dukungan APBD untuk menanggung perlindungan 81.000 pekerja rentan dan pekerja keagamaan.

Program ini tidak hanya memberikan perlindungan mendasar berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), tetapi juga diperluas mencakup Jaminan Hari Tua (JHT) bagi 45.000 pekerja rentan sebagai tabungan masa depan.

"Ini, bukti Pemerintah hadir dalam kondisi seperti ini. Kita ingin memastikan masyarakat bisa bekerja dengan aman dan nyaman, sekaligus memberikan perlindungan bagi keluarga apabila terjadi sesuatu terhadap pencari nafkah," jelasnya.

Untuk menjaga kestabilan dan keberlanjutan program, Pemkot Makassar mengalokasikan dana sekitar Rp44 miliar setiap tahunnya dari APBD. Munafri juga menekankan pentingnya akurasi data agar penyaluran bantuan tepat sasaran, termasuk melibatkan 6.032 pengurus RT/RW sebagai agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) serta membuka peluang kolaborasi CSR perusahaan dan donasi ASN.

Selain perbaikan tata kelola data di lapangan, pemantauan kepesertaan dan klaim manfaat kini diperkuat secara digital melalui integrasi ekosistem layanan Lontara+.