Krisis Air Makassar, Munafri Cek Distribusi hingga SPAM
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi turun memastikan distribusi air bersih berjalan di tengah kemarau panjang yang berdampak pada sejumlah wilayah.
Appi meninjau sejumlah titik di Kecamatan Tallo dan Tamalanrea. Ia menyusuri lorong permukiman, melihat antrean warga yang membawa jeriken dan galon, serta mengecek fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Distribusi air dilakukan melalui BPBD, Damkarmat, Dinas PU, dan dukungan mobil tangki PDAM. Peninjauan tersebut sekaligus menjadi respons atas meningkatnya aduan warga terkait kesulitan memperoleh air bersih.
"Hari ini kami turun langsung di beberapa titik di Kecamatan Tallo dan Tamalanrea melihat SPAM dan distribusi air kepada warga membutuhakn. Kami turun langsung pastikan bantuan tersalur," ujanrya.
Dari Rappokalling, Appi bergerak ke Jalan Teuku Umar 15, kemudian meninjau kawasan Rumah Warna-warni di Kelurahan Buloa. Ia juga mengecek SPAM di Kelurahan Kaluku Bodoa, Pannampu, Buloa, hingga Kelurahan Parangloe di Kecamatan Tamalanrea.
Appi menegaskan penanganan kekeringan tidak cukup mengandalkan distribusi air darurat. Infrastruktur SPAM harus dioptimalkan agar sumber air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
"Saya ingin memastikan penanganan tidak berhenti pada pendistribusian air secara darurat, tetapi juga menyentuh ketersediaan infrastruktur air melalui optimalisasi SPAM," tuturnya.
Kebutuhan air bersih di Makassar terus meningkat. BPBD mencatat permintaan distribusi telah mencapai sekitar 50 titik dan menjangkau ribuan kepala keluarga.
"Kebutuhan air terus difasilitasi BPBD sudah turun dan setiap hari ada peningkatan jumlah permintaan. Hari ini sudah menuju ke angka 50-an titik yang membutuhkan air bersih," kata Appi.
Penurunan tekanan air PDAM selama kemarau turut memperbesar kebutuhan distribusi. Karena itu, mobil tangki PDAM digunakan untuk melayani pelanggan maupun nonpelanggan di wilayah terdampak.
Pemkot Makassar juga mengoptimalkan SPAM yang telah beroperasi, termasuk fasilitas yang sedang dibangun dan menjalani pemeliharaan.
"Dari Dinas PU melalui SPAM yang dibangun, ada juga dalam proses pembangunan, ini kita akan optimalisasi dengan baik, memastikan bahwa seluruh sumber air ini bisa terdistribusi dengan baik ke masyarakat," jelasnya.
Selain distribusi air dan SPAM, Pemkot Makassar menyiapkan pembangunan sumur bor konvensional bersama tokoh masyarakat. Pemerintah juga akan memperbanyak tandon sebagai titik penampungan dan distribusi.
Langkah ini ditujukan agar warga tidak terpusat pada satu lokasi saat mengambil air. Namun, Appi mengakui pengeboran tidak selalu menghasilkan sumber air yang layak karena kondisi bawah tanah berbeda di setiap wilayah.
Salah satu titik yang dinilai berhasil berada di kawasan RB 03. Sumur dengan kedalaman sekitar empat meter disebut mampu memasok air ke sejumlah rumah warga.
Pemkot berencana menambah sumur bor di sekitar lokasi yang memiliki potensi sumber air sekaligus memperkuat sistem penampungan.
Tahun ini, sebanyak 18 SPAM direncanakan dibangun. Sejumlah proyek sudah berjalan dan beberapa lokasi memasuki tahap pengeboran. Dengan masa kontrak tiga bulan, fasilitas yang kini dikerjakan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua bulan ke depan.
Untuk memperkuat penanganan, Pemkot Makassar telah menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Penggunaan anggaran tersebut dilakukan setelah kondisi kekeringan berkepanjangan ditetapkan membutuhkan intervensi lebih besar.
"Sudah, BTT-nya ini sudah jalan karena kita sudah masuk ke dalam wilayah tanggap darurat karena musim kering ini sangat panjang," tegasnya.
