PKK Makassar Bekali Kader Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - PKK Kota Makassar bekerja sama dengan Artani menggelar pelatihan pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium PKK Kota Makassar, Kamis (18/6/2026), menghadirkan praktik langsung pembuatan eco enzyme, sabun cuci berbahan eco enzyme, dan lilin dari minyak jelantah.
Pelatihan yang menjadi bagian dari program kerja Pokja II TP PKK Kota Makassar ini mengusung tema “Modifikasi Limbah Jadi Rupiah: Rahasia Ibu Rumah Tangga Mandiri Finansial”.
Kegiatan diikuti kader PKK dari berbagai kecamatan sebagai upaya meningkatkan keterampilan pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan sekaligus bernilai jual.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Makassar, timbulan sampah di Kota Makassar mencapai sekitar 1.036 ton per hari. Namun kapasitas pengangkutan yang tersedia baru mampu menjangkau sekitar 67 persen dari total timbulan sampah tersebut.
Kondisi ini mendorong pentingnya upaya pengurangan sampah dari sumbernya, termasuk melalui pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi.
Pada sesi pertama, peserta mendapat materi dan praktik pembuatan eco enzyme bersama fasilitator Artani, Muhammad Sahir. Bahan yang digunakan berasal dari limbah organik seperti kulit buah dan sayuran yang dicampur dengan gula merah dan air. Peserta juga diajarkan cara mengolah eco enzyme menjadi sabun cuci yang aman digunakan sehari-hari.
Sesi berikutnya difokuskan pada pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin. Peserta mempelajari proses penyaringan minyak bekas, pencampuran bahan, hingga teknik pencetakan untuk menghasilkan produk yang aman dan memiliki nilai ekonomi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Kartini, kader TP PKK dari Kecamatan Panakkukang, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga.
“Bagus sekali, saya puas karena mendapatkan banyak pengetahuan. Baru kali ini saya tahu kalau eco enzyme bisa dibuat dari bahan-bahan yang gampang didapat di rumah. Saya jadi tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri,” ujar Kartini.
Selain eco enzyme, pemanfaatan minyak jelantah juga menjadi hal baru bagi sebagian peserta. Kartini menilai produk lilin dari minyak bekas memiliki manfaat sekaligus peluang untuk dikembangkan di rumah.
“Biasanya minyak jelantah dibuang, sekarang ternyata bisa dibuat lilin. Saya mau coba membuatnya di rumah karena bisa digunakan dan juga berpotensi menjadi produk yang bernilai,” katanya.
Peserta lain, Wati dari Kecamatan Rappocini, melihat peluang usaha dari produk yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut karena memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh dan mendukung gaya hidup ramah lingkungan.
Sekretaris PKK Kota Makassar, Andi Zubaedah Hafid, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan perempuan melalui peningkatan keterampilan yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi tidak hanya membantu mengurangi sampah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga.
“Kami berharap para kader tidak berhenti pada pelatihan ini saja, tetapi dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing,” tutur Zubaedah.
Sementara itu, Ketua Pokja II PKK Kota Makassar, Indrawaty, menegaskan bahwa pelatihan dirancang untuk membekali kader dengan keterampilan praktis dalam mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Makassar berharap para kader mampu menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing sekaligus mendorong lahirnya usaha rumahan berbasis pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
