9.098 Calon RT di Makassar Berebut 5.026 Kursi Ketua
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Sebanyak 9.098 calon RT dan 2.166 calon RW dari 15 kecamatan bertarung dalam Pemilihan Ketua RT/RW Kota Makassar 2025.
Jumlah tersebut jauh melampaui total kursi yang tersedia. Dari pendataan resmi, terdapat 5.026 kursi RT dan 1.005 kursi RW yang akan diisi melalui pemungutan suara serentak.
Secara keseluruhan, jumlah pemilih tetap (DPT) untuk pemilihan RT/RW tahun ini mencapai 281.413 kepala keluarga (KK). Angka tersebut tersebar di 153 kelurahan dan 15 kecamatan di seluruh Kota Makassar.
Diketahui rata-rata setiap kursi RT diperebutkan hampir dua calon, sementara kursi RW diperebutkan lebih dari dua calon.
Persaingan paling ketat tercatat di kecamatan-kecamatan dengan jumlah pemilih tinggi, seperti Tamalate, Biringkanaya, dan Tallo, wilayah yang masing-masing memiliki ratusan RT dan RW aktif.
Kecamatan Tamalate menjadi wilayah dengan pemilih terbanyak mencapai 60.492 jiwa. Disusul Kecamatan Biringkanaya dengan jumlah DPT 29.273 jiwa, kemudian Tallo 27.961 jiwa.
Sementara wilayah dengan jumlah pemilih terkecil tercatat di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang dengan DPT sejumlah 3.642 jiwa.
Pemilihan RT dilakukan terlebih dahulu pada Rabu (3/12) oleh DPT yang terdata di masing-masing lokasi TPS, yang kemudian dilanjutkan dengan pemilihan RW oleh jajaran RT terpilih pada Senin (8/12) nantinya.
Pantauan CELEBESMEDIA.ID pada Rabu (3/12) Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, turun langsung meninjau sejumlah TPS pemilihan RT/RW sejak pagi.
Kunjungan Munafri dan Aliyah didampingi Sekda, Andi Zulkifli Nanda, Kapolrestabes, Kombes Pol. Arya Perdana, Dandim 1408/Makassar, Letkol Kav. Ino Dwi Setyo Darmawan, Kajati Sulsel, Didik Farkhan Alisyahdi, beserta jajarannya.
Titik-titik yang dikunjungi dimulai dari Kelurahan Sawerigading di Kecamatan Ujungpandang, Kelurahan Mampu di Kecamatan Wajo, Kelurahan Layang di Kecamatan Bontoala, Kelurahan Walawalaya di Kecamatan Tallo, dan Kelurahan Pandang di Kecamatan Panakukkang.
“Alhamdulillah, di beberapa titik berjalan baik. Antusiasme masyarakat juga responsnya sangat baik. Kita berharap pemilihan ini menjadi pelajaran sistem demokrasi yang sangat baik,” ujar Munafri saat ditemui usai melakukan pemantauan di sejumlah TPS.
Pemilihan RT/RW ini dinilai menjadi wujud nyata dalam penguatan demokrasi di tingkat akar rumput sekaligus menghadirkan ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat untuk menentukan figur pemimpin lingkungan mereka. Juga sebagaimana telah menjadi janji politik pasangan Munafri-Aliyah pada Pemilihan Wali Kota 2024 kemarin.
Ketua RT/RW yang terpilih nantinya menurut Munafri bertanggungjawab terhadap kondisi lingkungan paling kecil, termasuk mendeteksi dan melaporkan warga yang membutuhkan perhatian.
“Inilah tugas-tugas Ketua RT/RW, bekerja bersama aparat kelurahan, camat, dan ASN di wilayah. Kita ingin ini menghadirkan kesamaan visi, bukan ajang saling siku-siku atau gontok-gontokan,” tegasnya.
Adapun rangkaian tahapan panjang telah bergulir sejak awal sosialisasi pada 12-13 November 2025.
Kemudian pada 14 November dibentuklah SK panitia pelaksanaan pemilihan RT di kecamatan dan SK pemilihan panitia di kelurahan.
Setelah sosialisasi di kecamatan dilanjutkan di kelurahan yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, Pjs. RT/RW, Ketua Tim PKK, dan segenap tokoh-tokoh yang dapat menunjukkan bentuk pemilihan RT/RW yang akan dilaksanakan.
Pendataan pemilih juga telah diselesaikan sesuai ketentuan Perwali yang mengatur satu KK satu pemilih kemudian dimasukkan ke DPS untuk diumumkan pada 22 November.
Tahapan berikutnya berlangsung beruntun mulai dari pendaftaran calon pada 22–24 November, penetapan calon pada 25 November, pencabutan nomor urut pada 26 November, hingga penetapan DPT pada 27 November. Di mana pada tanggal 27, 28, 29 digelar kampanye terbatas dari calon RT/RW.
Akhir November, panitia kemudian mulai mempersiapkan undangan dan surat suara. Tanggal 30 November untuk pembagian undangan pemilih dan pengecekan surat suara.
Kemudian Tanggal 1 Desember digelar pembagian undangan untuk seluruh DPT yang ada, sebelum akhirnya 2 Desember resmi memasuki masa tenang.
