7 Kebiasaan yang Ternyata Picu Gangguan Tidur
Ilustrasi - (foto by freepik)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Sulit tidur atau insomnia menjadi masalah yang dialami banyak orang di berbagai negara.
Kondisi ini tidak hanya menyebabkan tubuh lelah keesokan harinya, tetapi juga dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, hingga kesehatan jangka panjang.
Sejumlah lembaga kesehatan internasional mengungkap beberapa faktor yang sering menjadi pemicu seseorang sulit tidur. Banyak di antaranya berasal dari kebiasaan sehari-hari yang kerap dianggap sepele. Berikut ini 7 kebiasaan sepele yang ternyata bisa memicu gangguan tidur.
1. Terlalu Lama Menatap Layar Gadget
Paparan cahaya biru dari ponsel, tablet, atau komputer menjelang waktu tidur dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan mengatur siklus tidur
Menurut Sleep Foundation, penggunaan perangkat elektronik pada malam hari dapat membuat seseorang lebih sulit mengantuk dan mengurangi kualitas tidur.
"Paparan cahaya dari layar elektronik pada malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh," tulis Sleep Foundation.
2. Konsumsi Kafein di Sore dan Malam Hari
Kopi, teh, minuman energi, dan beberapa jenis soda mengandung kafein yang bersifat stimulan. Zat ini dapat bertahan di dalam tubuh selama beberapa jam setelah dikonsumsi.
Mayo Clinic melaporkan konsumsi kafein pada sore atau malam hari dapat menghambat proses tidur, terutama pada individu yang sensitif terhadap kafein.
3. Stres dan Kecemasan Berlebihan
Pikiran yang terus aktif menjadi salah satu penyebab utama insomnia. Saat tubuh berada dalam kondisi stres, otak cenderung tetap waspada sehingga sulit memasuki fase tidur.
Data dari National Health Service (NHS) Inggris menyebutkan bahwa kecemasan, tekanan pekerjaan, masalah keuangan, hingga persoalan keluarga dapat memicu gangguan tidur.
4. Jadwal Tidur Tidak Teratur
Tidur dan bangun pada jam yang berbeda setiap hari dapat mengacaukan jam biologis tubuh. Akibatnya, tubuh kesulitan mengenali kapan waktu yang tepat untuk beristirahat.
Para ahli kesehatan menyarankan untuk menjaga jadwal tidur yang konsisten, termasuk saat akhir pekan.
5. Makan Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur
Makan dalam porsi besar menjelang tidur dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut. Pada sebagian orang, kondisi ini juga meningkatkan risiko refluks asam lambung yang mengganggu kualitas tidur.
Menurut Cleveland Clinic, memberikan jeda beberapa jam antara makan malam dan waktu tidur dapat membantu tubuh beristirahat lebih optimal.
6. Kurang Aktivitas Fisik
Olahraga teratur diketahui membantu meningkatkan kualitas tidur. Sebaliknya, gaya hidup yang minim aktivitas fisik dapat membuat tubuh lebih sulit merasa lelah secara alami.
"Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu Anda tertidur lebih cepat dan tidur lebih nyenyak," ungkap NHS.
7. Lingkungan Kamar yang Tidak Nyaman
Suhu ruangan yang terlalu panas, suara bising, atau pencahayaan berlebihan dapat mengganggu proses tidur. Karena itu, para ahli menyarankan menciptakan suasana kamar yang tenang, gelap, dan sejuk.
Untuk menjaga kualitas tidur, masyarakat dianjurkan membatasi penggunaan gadget sebelum tidur, mengurangi konsumsi kafein pada sore hari, mengelola stres, berolahraga secara rutin, serta menjaga jadwal tidur yang konsisten.
Jika gangguan tidur berlangsung dalam waktu lama atau mulai mengganggu aktivitas harian, konsultasi dengan tenaga kesehatan perlu dilakukan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
