PMI Salurkan 20.000 Liter Air Bersih untuk Penyintas Gempa NTT
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Palang Merah Indonesia (PMI) kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Sebanyak 20.000 liter air bersih didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.
Penyaluran dilakukan melalui layanan Water, Sanitation and Hygiene (WASH) PMI di Desa Marapokot, Desa Nggolonio, dan Desa Aeramo.
Air bersih tersebut diambil dari sumur bor Lape, kemudian dikirim langsung ke wadah penampungan milik warga, seperti viber dan bak semen.
Di Desa Marapokot, PMI menyalurkan 5.000 liter air ke Posko TPU. Bantuan tersebut menjangkau 53 kepala keluarga atau 203 jiwa, termasuk kelompok rentan seperti lansia, balita, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Distribusi dengan volume yang sama juga dilakukan di RT 03 dan RT 04 Desa Nggolonio untuk memenuhi kebutuhan tujuh kepala keluarga atau 28 jiwa.
Sementara di RT 17 Desa Aeramo, sebanyak 5.000 liter air disalurkan bagi lima kepala keluarga atau 33 jiwa, yang mayoritas penerimanya merupakan anak-anak, lansia, dan ibu menyusui.
Selain bantuan langsung kepada warga, PMI mengirim satu rit air bersih untuk memenuhi kebutuhan air di posko. Secara keseluruhan, distribusi terbaru tersebut mencapai empat rit dengan total 20.000 liter air bersih.
Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, mengatakan ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat setelah gempa. PMI, kata dia, berupaya memastikan bantuan dapat diterima langsung oleh warga yang membutuhkan.
“Setelah gempa, kebutuhan air bersih menjadi salah satu hal yang cukup penting bagi masyarakat. Kami berusaha memastikan air bisa sampai langsung ke warga yang membutuhkan, sehingga mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Kristianus.
Dengan tambahan distribusi tersebut, total bantuan air bersih yang telah disalurkan PMI Kabupaten Nagekeo sejak 5 Agustus 2026 mencapai 120.000 liter.
Bantuan itu diberikan kepada masyarakat terdampak dan posko selama masa respons tanggap darurat gempa.
PMI menyatakan distribusi air bersih akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan wadah penampungan serta menggunakan air secara bijak.
Kebutuhan air bersih menjadi salah satu prioritas dalam penanganan dampak gempa Nagekeo karena sejumlah infrastruktur air masih belum berfungsi dengan baik setelah mengalami kerusakan. Kondisi tersebut diperberat dengan adanya wilayah yang terdampak kekeringan.
