Pertamina Sulawesi Ungkap Penyebab Gas 3 Kg Langka
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi angkat bicara terkait kelangkaan Gas Kg yang dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Makassar dan Kabupaten Gowa.
Pertamina menyebut peningkatan kebutuhan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi pasokan dalam beberapa waktu terakhir.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan peningkatan kebutuhan gas 3 kg dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk meningkatnya aktivitas masyarakat.
Menurut Lilik, kebutuhan LPG bersubsidi juga meningkat dari sektor pertanian serta momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di sejumlah daerah.
"Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina melakukan percepatan penyaluran LPG 3 kg dengan memajukan jadwal penyaluran yang seharusnya dilakukan pada hari berikutnya agar pasokan dapat lebih cepat diterima masyarakat," kata Lilik kepada CELEBESMEDIA.ID.
Pertamina juga terus memantau kondisi stok dan pola konsumsi Gas 3 Kg di tingkat agen maupun pangkalan. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan secara signifikan.
Jika ditemukan lonjakan kebutuhan di suatu wilayah, Pertamina akan melakukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan, termasuk mempercepat penyaluran agar pasokan dapat segera diterima masyarakat.
Di sisi lain, Pertamina kembali mengingatkan bahwa gas 3 kg merupakan produk bersubsidi yang penggunaannya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.
Penggunaan LPG subsidi oleh kelompok yang tidak sesuai peruntukan dinilai dapat memengaruhi ketersediaan bagi masyarakat sasaran.
Pertamina menyebut terdapat delapan kelompok atau sektor yang dilarang menggunakan gas 3 kg, yakni restoran, hotel, usaha binatu atau laundry, usaha batik, usaha peternakan, usaha pertanian di luar ketentuan yang berlaku, usaha tani tembakau, serta jasa las.
Pertamina mengimbau pelaku usaha pada sektor tersebut untuk beralih menggunakan LPG nonsubsidi, seperti Bright Gas.
"Pertamina juga mengharapkan dukungan Pemerintah Daerah dan aparat penegak hukum untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan penertiban terhadap penggunaan LPG 3 kg yang tidak sesuai peruntukannya," ujar Lilik.
Pengawasan tersebut dinilai penting agar gas 3 kg yang disediakan pemerintah dapat lebih optimal dinikmati masyarakat yang memang berhak menerima subsidi.
Kelangkaan gas 3 kg dalam beberapa hari terakhir dikeluhkan warga di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar.
Kondisi itu membuat warga harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mencari gas 3 kg. Sejumlah warga Gowa yang kesulitan mendapatkan gas di wilayahnya memilih mencari ke beberapa kawasan di Kota Makassar.
Salah satu warga akhirnya menemukan gas 3 kg di kawasan Jalan Daeng Tata, Makassar. Namun, harga yang harus dibayarkan lebih tinggi dibandingkan harga yang biasa mereka beli.
Gas 3 Kg tersebut dijual sekitar Rp30 ribu per tabung, sementara sebelumnya warga mengaku masih bisa mendapatkannya dengan harga sekitar Rp21 ribu.
