Amran Sulaiman di PSBM XXVI: Krisis Pangan Adalah Ancaman Nyata
Menteri Agama, Nasaruddin Umar; Ketum KKSS, Amran Sulaiman; dan Ketua Dewan Kehormatan BPP KKSS, Aksa Mahmud - (foto by @bpp_kkss/instagram)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Dalam gelaran Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026), Ketua Umum KKSS Andi Amran Sulaiman memberikan peringatan keras mengenai risiko krisis pangan global.
Amran menekankan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar isu ekonomi, melainkan fondasi stabilitas nasional.
Ia menyoroti bagaimana ketergantungan pada impor pangan dapat menjadi celah bagi negara luar untuk mengintervensi kedaulatan Indonesia.
Ketergantungan terhadap pasokan luar negeri, seperti impor beras dalam skala besar, berisiko memberikan daya tawar politik yang merugikan posisi Indonesia di mata internasional.
Mewujudkan swasembada pangan memerlukan lebih dari sekadar perencanaan. Amran menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian bergantung pada kerja keras kolektif.
Amran mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersinergi mendukung program pemerintah dalam memperkuat sektor pangan mandiri.
"Kesuksesan itu lahir dari kombinasi antara spiritualitas dan kerja keras. Doa memang penting, namun tanpa langkah konkret di lapangan, swasembada hanyalah angan-angan. Kita harus bergerak bersama sekarang juga," kata Menteri Pertanian tersebut.
PSBM XXVI yang digelar di Makassar pada 25-26 Maret 2026 menjadi ajang strategis kolaborasi pengusaha dalam rangka membangkitkan ekonomi daerah.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Andi Yuslim Patawari (AYP) di Makassar, Rabu (25/3), menegaskan pelaksanaan PSBM yang rutin digelar di Makassar memberikan dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi daerah.
Acara yang selalu dilaksanakan di Makassar ini diakui memberi kontribusi terhadap peningkatan ekonomi daerah, baik dari sisi transaksi bisnis maupun perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung.
Lebih dari sekadar ajang temu kangen atau sipatuo sipatokong dalam semangat budaya Bugis-Makassar, PSBM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi yang lebih luas.
AYP menekankan forum ini harus menjadi wadah kolaborasi nyata antarpelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut dia, konsep Indonesia Incorporated yang digaungkan pemerintah dapat diwujudkan melalui kolaborasi berjenjang antarpengusaha.
Pengusaha besar diharapkan mampu mengangkat pelaku usaha menengah, sementara pengusaha menengah memberdayakan usaha kecil, hingga menciptakan peluang bagi masyarakat yang belum memiliki usaha.
Pada tahun ini, PSBM mengusung tema "Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh" yang mencerminkan optimisme para saudagar Bugis-Makassar untuk tetap tangguh menghadapi tantangan ekonomi global.
