91,8 Juta Perjalanan Wisnus ke Sulawesi 2025, Sulsel Mendominasi

Pintu kedatangan penumpang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar - (foto by Celebesmedia.id)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pulau Sulawesi mencatat capaian signifikan dalam sektor pariwisata domestik sepanjang 2025. 

Total perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) yang menuju provinsi-provinsi di Sulawesi mencapai 91.824.613 perjalanan. Angka ini mencerminkan kuatnya daya tarik destinasi di kawasan timur Indonesia.

Wisatawan nusantara sendiri merupakan penduduk Indonesia yang melakukan perjalanan di dalam negeri, bukan untuk bekerja atau sekolah dengan upah, serta berdurasi kurang dari enam bulan.

Menariknya dari 91,8 juta perjalanan, Sulawesi selatan mendominasi hampir 50% perjalanan dengan total 42.530.358 perjalanan. Disusul Sulawesi Utara: 14.537.959 perjalanan. Sulawesi Tenggara di posisi ketiga sebanyak 13.272.738 perjalanan, Sulawesi Tengah11.572.179 perjalanan. Gorontalo 5.280.383 perjalanan dan Sulawesi Barat 4.630.996 perjalanan.

Data tersebut menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan menyumbang hampir setengah dari total perjalanan wisatawan nusantara di Sulawesi, menegaskan posisinya sebagai pusat pergerakan wisata domestik di kawasan ini.

Mengacu pada data resmi Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan yang dirilis Januari 2026 , Kota Makassar masih menjadi tujuan utama wisatawan di Sulawesi Selatan. Posisi berikutnya ditempati oleh Kabupaten Gowa, Maros, Bone, dan Wajo.

Dominasi Sulawesi Selatan tidak lepas dari peran Makassar sebagai pusat ekonomi dan transportasi di Indonesia timur. Konektivitas udara dan laut yang kuat menjadikan wilayah ini sebagai pintu gerbang utama perjalanan wisata domestik.

Besarnya jumlah perjalanan Wisnus, 91,8 juta perjalanan wisatawan nusantara membawa implikasi ekonomi yang luas, antara lain peningkatan konsumsi sektor perhotelan dan kuliner serta pertumbuhan UMKM berbasis pariwisata. 

Tingginya angka perjalanan wisnus pertahun juga bisa berdampak pada naiknya pendapatan daerah dari sektor jasa dan hiburan serta peluang investasi infrastruktur dan destinasi baru.