Sedang Cemas? Ini Layanan Curhat Gratis dari Kemenkes

Tangkapan layar laman Healing119.id - (screenshot)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Di tengah tumpukan beban kerja atau rumitnya urusan keluarga, ada kalanya dada terasa sesak dan mulut mendadak bungkam.

Bingung harus cerita ke siapa, tak sedikit orang yang memilih memendam semuanya sendirian hingga rasanya tak sanggup lagi.

Kini, riuhnya isi kepala itu tak lagi harus ditanggung sendirian. Kementerian Kesehatan RI menghadirkan Healing119, sebuah pertolongan pertama bagi siapa saja yang butuh teman bicara atau sedang didera tekanan psikologis.

Tanpa perlu merogoh kocek atau datang langsung ke fasilitas kesehatan, bantuan profesional bisa diakses secepat menelepon 119 lalu menekan ekstensi 8.

Buat yang lebih nyaman menyampaikan rasa lewat tulisan, fitur percakapan WhatsApp juga tersedia melalui laman resmi healing119.id.

"Ini gratis enggak bayar. Layanan Healing119 ini adalah ukuran yang kita buat untuk memfasilitasi kesehatan dan masalah jiwa di masyarakat," ungkap Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.

Bukan cuma untuk kondisi krisis, layanan ini terbuka bagi siapa pun yang sekadar merasa cemas, lelah, atau butuh didengarkan.

Di balik saluran telepon dan pesan tersebut, ada 182 psikolog klinis relawan dari Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Indonesia yang bersiap memberikan ruang aman secara bergantian.

Tingginya beban mental masyarakat tercermin dari angka interaksinya. Hingga Juni 2026, Healing119 telah diakses sekitar 220.000 orang, dengan rata-rata 19.000 pengguna per bulan.

Yang menggetarkan, sekitar 2.400 di antaranya terdeteksi memiliki dorongan untuk mengakhiri hidup dan berhasil mendapatkan intervensi awal sebelum terlambat.

Lewat kampanye #MulailahBicara, Kemenkes pun mengajak masyarakat untuk pelan-pelan merobohkan tembok stigma.

Karena bagi jiwa yang sedang terluka, satu percakapan sederhana bisa menjadi penentu jalan pulang menuju pulih.

Sumber: Indonesia.go.id