Tata Cara Salat Istisqa, Syarat dan Waktu Pelaksanaannya

Ilustrasi salat berjemaah - (foto by unsplash)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Salat istisqa merupakan ibadah yang dilakukan umat Islam untuk memohon turunnya hujan kepada Allah Subhanahu Wata'ala ketika terjadi kekeringan atau hujan tidak kunjung turun. Pelaksanaannya memiliki tata cara tersendiri, termasuk mengenai waktu, jumlah rakaat, serta amalan yang dianjurkan sebelum salat.

Melansir laman Rumaysho, salat istisqa disunnahkan ketika terdapat kebutuhan, seperti hujan yang lama tidak turun atau sumber-sumber air mengalami kekeringan. Salat ini dapat dilakukan oleh orang yang sedang bermukim maupun musafir. 

Apa Itu Salat Istisqa?

Secara sederhana, istisqa berarti memohon turunnya hujan. Dalam konteks ibadah, salat istisqa adalah salat yang disertai doa kepada Allah Subhanahu Wata'ala  agar menurunkan hujan yang membawa manfaat.

Muslim.or.id menjelaskan bahwa hukum salat istisqa adalah sunnah muakkadah, terutama ketika masyarakat mengalami musim kemarau dan kekeringan. 

Syarat Salat Istisqa

Pada dasarnya, tidak ada ketentuan khusus yang menjadikan seseorang harus memenuhi "syarat khusus" di luar ketentuan salat secara umum. Namun, ada kondisi dan amalan yang dianjurkan berkaitan dengan pelaksanaan salat istisqa.

Pertama, salat istisqa dilakukan ketika terdapat kebutuhan, terutama ketika hujan tidak turun dalam waktu yang dibutuhkan atau terjadi kekeringan. 

Kedua, umat Islam dianjurkan memperbanyak tobat dan istigfar. Selain itu, dianjurkan bersedekah, meninggalkan kezaliman, serta memperbaiki hubungan dengan orang lain.

Ketiga, masyarakat yang hendak melaksanakan istisqa dianjurkan datang dengan sikap rendah hati dan penuh ketundukan kepada Allah.

Kapan Waktu Salat Istisqa Dilaksanakan?

Melansir Muslim.or.id, salat istisqa tidak mempunyai waktu khusus sebagaimana salat wajib. Namun, salat ini tidak dilakukan pada waktu-waktu yang terlarang untuk mengerjakan salat.

Tata Cara Salat Istisqa

Dalam penjelasan Rumaysho, salat istisqa dilaksanakan sebanyak dua rakaat seperti salat Id. Secara ringkas, tata caranya sebagai berikut:

  • Imam dan jamaah keluar menuju tempat salat dengan sikap tawaduk, khusyuk, dan merendahkan diri kepada Allah.
  • Salat dilaksanakan sebanyak dua rakaat.
  • Pada rakaat pertama terdapat tujuh takbir, termasuk takbiratul ihram menurut tata cara yang dijelaskan dalam rujukan tersebut.
  • Pada rakaat kedua terdapat lima takbir.
  • Bacaan salat dilakukan sebagaimana salat Id.
  • Setelah salat selesai, imam menyampaikan khutbah.
  • Dalam khutbah, imam memperbanyak istigfar dan doa untuk memohon turunnya hujan.
  • Imam menghadap kiblat dan memperbanyak doa dengan mengangkat kedua tangan.
  • Selendang atau kain yang dikenakan dibalik sebagai bagian dari tuntunan dalam pelaksanaan istisqa.

Rumaysho juga menjelaskan bahwa khutbah dilakukan setelah dua rakaat. Dalam khutbah tersebut, istigfar dan doa menjadi bagian penting karena tujuan utama istisqa adalah memohon pertolongan dan rahmat Allah Subhanahu Wata'ala. 

Sumber : Rumaysho/ Muslim.or.id